JAKARTA. Pemerintah seharusnya bisa menggenjot penerimaan negara, khususnya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), lebih banyak lagi. Asalkan, Pemerintah mau menagih tunggakan pembayaran royalti perusahaan tambang batubara. Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa menegaskan, jika Pemerintah serius menangani persoalan tunggakan ini, target PNBP dari sektor pertambangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 bisa bertambah hingga Rp 1,8 triliun. "Kalau Pemerintah bisa mengeksekusi, penerimaan PNBP dari pertambangan saja mencapai Rp 16 triliun," katanya. Sambil menunggu langkah konkret Pemerintah, DPR sudah berencana menaikkan asumsi PNBP dari sektor non migas, terutama pertambangan. Semula, Pemerintah mematok target sebesar Rp 12,1 triliun. Nantinya, target itu akan naik jadi Rp 14 triliun.
Tunggakan Royalti Batubara Capai Rp 1,8 T
JAKARTA. Pemerintah seharusnya bisa menggenjot penerimaan negara, khususnya dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), lebih banyak lagi. Asalkan, Pemerintah mau menagih tunggakan pembayaran royalti perusahaan tambang batubara. Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa menegaskan, jika Pemerintah serius menangani persoalan tunggakan ini, target PNBP dari sektor pertambangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 bisa bertambah hingga Rp 1,8 triliun. "Kalau Pemerintah bisa mengeksekusi, penerimaan PNBP dari pertambangan saja mencapai Rp 16 triliun," katanya. Sambil menunggu langkah konkret Pemerintah, DPR sudah berencana menaikkan asumsi PNBP dari sektor non migas, terutama pertambangan. Semula, Pemerintah mematok target sebesar Rp 12,1 triliun. Nantinya, target itu akan naik jadi Rp 14 triliun.