Tunjangan Guru Langsung ke Rekening, Guru Non ASN Naik Jadi Rp2 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru melalui sejumlah kebijakan baru. 

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah dengan menaikkan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp 2 juta serta mengubah mekanisme penyaluran tunjangan agar langsung ditransfer ke rekening guru setiap bulan. 

"Kami ingin tegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan. Guru non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta," ujar Abdul di Istana Kepresidenan, Kamis (11/6/2026). 


Baca Juga: Nasib 237.000 Guru Honorer di 2027 Akhirnya Terjawab, Ini Penjelasan Mendikdasmen

Sementara itu, untuk guru ASN, pemerintah tetap memberikan tunjangan sebesar satu kali gaji pokok. Namun, menurut Abdul, terdapat perubahan mendasar dalam mekanisme penyalurannya dibandingkan dengan kebijakan sebelumnya. 

"Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan," katanya. 

Ia menjelaskan, penyaluran tunjangan secara langsung tersebut dilakukan untuk memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai cukup panjang. 

Dengan demikian, guru dapat menerima haknya secara tepat waktu tanpa harus melalui proses administrasi berlapis.

Tak hanya soal kesejahteraan, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas guru melalui program pendidikan lanjutan. 

Abdul mengungkapkan, pada 2025 pemerintah telah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. 

Program tersebut memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 3 juta per semester melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau (RPL). 

Baca Juga: Guru Non-ASN di Sekolah Negeri Dapat Kepastian Penugasan lewat SE Mendikdasmen 7/2026

Menurut dia, program itu telah berjalan dan sebagian peserta bahkan diproyeksikan dapat menyelesaikan studinya pada tahun ini. 

"Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua dan insya Allah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini," ujarnya. 

Pemerintah juga memperluas cakupan program tersebut pada tahun ini. Abdul mengatakan, sebanyak 150.000 guru yang belum berijazah D4 atau S1 disiapkan untuk menerima beasiswa dengan nominal yang sama, yakni Rp 3 juta per semester. 

"Sekarang masih proses pendaftaran karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini," lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News