Turun Pekan Lalu, IHSG Masih Berpotensi Tertekan Pekan Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,45% dalam sepekan terakhir hingga Jumat (10/1). Kemarin, IHSG melemah 0,25% ke level 6.880,33.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi sentimen global khususnya bursa Amerika Serikat (AS). “Investor cenderung mencermati sikap hawkish akan kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya untuk menaikkan Fed Funds Rate (FFR),” kata Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (10/2).

The Fed menaikkan FFR sebesar 25 basis points (bps) dalam Federal Open Market Committee (FOMC) Rabu (1/ 2) lalu. Alhasil suku bunga acuan The Fed kini berada di level 4,5%-4,75%.


Baca Juga: IHSG Turun 0,25% ke 6.880 Hingga Tutup Pasar Jumat (10/2)

Selain itu, harga komoditas juga mempengaruhi pergerakan IHSG, terutama dari harga komoditas batubara. Menurut Herditya, pekan depan IHSG akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter The Fed, harga komoditas batubara, rilis data neraca perdagangan, dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat, pergerakan IHSG sepekan terakhir relatif terbatas. Dia melihat adanya penurunan nilai transaksi di pasar reguler beberapa hari terakhir.

“Pelaku pasar mulai menurunkan tensi beli dan cenderung wait and see hingga akhirnya terjadi aksi profit taking yang lebih besar,” kata Ivan.

Baca Juga: IHSG Melemah ke 6.880, Asing Masih Net Buy BBRI, BMRI, BBCA pada Jumat (10/2)

Ivan memprediksi pergerakan IHSG pekan depan dapat menjadi lebih volatile dengan adanya rilis laporan keuangan emiten. Sepakat dengan Herditya, Ivan menilai sentimen harga komoditas terutama batubara cukup berdampak terhadap pergerakan harga pasar.

Analis Pilarmas Investindo Johan Trihantoro menilai, terdapat beberapa sentimen yang bepengaruh terhadap pergerakan IHSG sepekan terakhir. Sejumlah penggerak pasar pekan ini misalnya adalah kenaikan suku bunga The Fed dan sikap pelaku pasar yang khawatir tentang pengetatan kebijakan The Fed di tengah komitmen untuk menurunkan inflasi.

“Sikap tersebut seiring pasar menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan depan yang dapat mempengaruhi kebijakan The Fed,” kata Johan.

Johan memprediksi, IHSG pekan depan akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi AS, rilis PDB Jepang, neraca perdagangan Indonesia, dan suku bunga Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati