TV Pemerintah Iran Diretas! Pesan Putra Mahkota Gemparkan Publik



KONTAN.CO.ID - Televisi pemerintah Iran dilaporkan diretas selama beberapa menit pada Sabtu (17/2/2026), sehingga pesan oposisi dari Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, sempat tayang ke seluruh negeri. 

Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang besar protes masyarakat terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.

TheWrap melaporkan, menurut sejumlah media internasional, termasuk The Times of Israel dan Jerusalem Post yang mengutip media oposisi Iran International, pesan Reza Pahlavi disiarkan selama beberapa menit. Kantor pers Pahlavi bahkan mengunggah hampir enam menit rekaman siaran tersebut di platform X pada hari yang sama.


Tak hanya itu, siaran yang diretas juga menampilkan video-video unjuk rasa anti-pemerintah. Tayangan tersebut muncul di berbagai saluran televisi sekaligus karena peretasan dilakukan melalui sistem satelit, menembus pembatasan komunikasi ketat yang selama ini diberlakukan pemerintah Iran.

Krisis nasional di Iran mulai memanas sejak akhir bulan lalu, dipicu oleh kondisi ekonomi yang memburuk. Situasi kemudian berkembang menjadi gelombang besar protes anti-pemerintah di berbagai wilayah. Respons pemerintah dilaporkan sangat keras, mulai dari penangkapan massal, penggunaan kekerasan mematikan, hingga pemutusan hampir total akses internet.

Baca Juga: Tabrakan Dua Kereta Cepat di Spanyol, Sedikitnya 40 Orang Tewas

Ribuan pengunjuk rasa dilaporkan tewas, terluka, atau ditahan, meski angka pastinya sulit diverifikasi karena terbatasnya arus informasi. 

Pekan lalu, dua sineas ternama Iran, Jafar Panahi (sutradara film It Was Just an Accident) dan Mohammad Rasoulof (sutradara There Is No Evil) mengeluarkan peringatan keras terkait pengetatan kembali tindakan represif oleh pemerintah Iran.

Dalam surat bersama yang diperoleh TheWrap, keduanya menyebut pemerintah telah mengisolasi Iran dari dunia luar dengan memutus akses internet, layanan seluler, hingga jaringan telepon rumah. Kelompok pembela HAM memperingatkan, langkah semacam ini kerap menjadi pertanda akan masuknya fase penindasan yang lebih brutal.

Tonton: Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Melanjutkan Tren Perlambatan pada Kuartal IV-2025

Selanjutnya: Dirikan Anak Usaha Baru, Indika Energy (INDY) Memperluas Ekspansi Non Batubara

Menarik Dibaca: Jadwal Daihatsu Indonesia Masters 2026, 10 Wakil Indonesia Berlaga Menuju 16 Besar