U-nik merupakan bisnis rugi, ini perhitungan BCA



KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku bisnis uang elektronik yang ada saat ini belum menghasilkan keuntungan. Hal ini berdasarkan hitung-hitungana bisnis di Flazz.

Jahja Setiaatmaja, Presiden Direktur BCA bilang dari 13 juta kartu Flazz saat ini total dana yang terkumpul sebesar Rp 200 miliar.

"Namun dengan speed sebesar 6% sampai 7% pendapatan di bisnis Flazz dalam satu tahun diperkirakan 18 miliar," kata Jahja, Selasa (19/9).


Dari pendapatan tersebut, bank harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 80 miliar. Sehingga bisa dibilang profitnya masih minus.

Beberapa biaya operasional yang harus dikeluarkan BCA di bisnis uang elektronik ini di antaranya adalah perawatan sistem dan EDC.

Secara umum BCA mengakui tidak mencari keuntungan di bisnis uang elektronik ini. Namun bisnis ini ditujukan untuk pelayanan kepada nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto