KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 mencapai Rp 10.587,9 triliun . Pertumbuhan M2 tersebut mencapai 8,3% year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2% YoY. Direktur Riset (Research Director) di Bright Institute Muhammad Andri Perdana menilai, meski meningkat, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada September 2026 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi riil. Pasalnya, kenaikan M2 justru diikuti perlambatan pertumbuhan uang primer atau M0, yang mengindikasikan peran sektor riil belum menjadi pendorong utama ekspansi likuiditas. Uang Primer (M0) adjusted pada September 2026 tercatat sebesar Rp2. 353,1 triliun atau tumbuh 9,3% yoy, namun lebih rendah dari pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 16,3 % yoy.
Uang Beredar Meningkat pada September 2026, Belum Cerminkan Penguatan Sektor Riil
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2026 mencapai Rp 10.587,9 triliun . Pertumbuhan M2 tersebut mencapai 8,3% year on year (YoY), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 8,2% YoY. Direktur Riset (Research Director) di Bright Institute Muhammad Andri Perdana menilai, meski meningkat, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada September 2026 dinilai belum sepenuhnya mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi riil. Pasalnya, kenaikan M2 justru diikuti perlambatan pertumbuhan uang primer atau M0, yang mengindikasikan peran sektor riil belum menjadi pendorong utama ekspansi likuiditas. Uang Primer (M0) adjusted pada September 2026 tercatat sebesar Rp2. 353,1 triliun atau tumbuh 9,3% yoy, namun lebih rendah dari pertumbuhan pada Agustus 2026 sebesar 16,3 % yoy.