KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Plus Ultra Abadi (UATAS) memproyeksikan kinerja pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) berpotensi tumbuh kuat hingga 2027. Direktur Utama UATAS Iwan Setiawan mengatakan proyeksi itu ditopang kinerja industri sejauh ini yang masih bisa bertumbuh dobel digit. Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh sebesar 22,07% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 106,94 triliun per Agustus 2026. "Tren pertumbuhan itu didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau. Dengan demikian, pindar memegang peran strategis dalam peta inklusi keuangan nasional," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
UATAS Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending Berpotensi Tumbuh Kuat hingga 2027
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Plus Ultra Abadi (UATAS) memproyeksikan kinerja pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) berpotensi tumbuh kuat hingga 2027. Direktur Utama UATAS Iwan Setiawan mengatakan proyeksi itu ditopang kinerja industri sejauh ini yang masih bisa bertumbuh dobel digit. Asal tahu saja, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh sebesar 22,07% secara Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 106,94 triliun per Agustus 2026. "Tren pertumbuhan itu didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan terjangkau. Dengan demikian, pindar memegang peran strategis dalam peta inklusi keuangan nasional," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).
TAG: