KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terkadang dari kebutuhan muncul gagasan untuk menjalankan usaha. Inilah yang dialami oleh Ellin Mahaya kala mendirikan Fey Attire pada 2016. Label fesyen yang mengkhususkan diri pada mukena dan tunik tersebut hadir dari kebutuhan dirinya akan pakaian yang aktif yang bisa dipakai untuk beragam kebutuhan. Kebetulan sebelum terjun ke bisnis, Ellin tengah berada dalam kondisi menjaga kesehatan yang membuatnya harus berhenti dari pekerjaan kantoran dan lebih banyak beraktivitas dari rumah. Dari situ, ia mulai membangun Fey Attire secara perlahan dengan fokus utama pada penjualan online sejak awal.
Baca Juga: Cuan nan Renyah dari Aneka Camilan dan Abon Selama proses membangun usahanya, Ellin terus mengasah diri. Mulai dari mengikuti program inkubator dan lainnya. "Saya bergabung dengan beberapa program seperti Rumah Kreatif BUMN hingga program pengembangan seperti Jawara Bank Indonesia 2024 dan Growpreneur BRI 2024," kata Ellin belum lama ini.
Baca Juga: Cuan Menjajakan Batik Khas Jakarta Upaya tersebut tidak sia-sia. Awal usaha, Fey Attire berhasil menyabet Juara 1 dan Best Startup di Inspiring Womenpreneur Competition (IWPC) 2016. Menurutnya pencapaian tersebut menjadi salah satu titik penting baginya untuk terus melanjutkan dan mengembangkan Fey Attire. Hasilnya, dirinya ingin membuat Fey Attire tidak hanya sekadar produk. Ia selalu membayangkan busana Fey Attire benar-benar hidup di keseharian pemakainya, bisa dipakai untuk bekerja, beraktivitas, hingga menghadiri acara tanpa perlu berganti outfit.
Baca Juga: Berkreasi biar Bisa Keluar dari Mode Bertahan "Karena itu, desain kami
timeless, tidak bergantung pada tren sesaat, sehingga tetap relevan dipakai dalam jangka waktu yang lebih panjang," tuturnya. Walhasil, Fey Attire berkembang secara bertahap. Dari usaha berskala kecil, kini perusahaan telah memiliki sistem produksi yang lebih terstruktur dengan kapasitas rata-rata sekitar 2.000 potong per bulan, menyesuaikan kebutuhan pasar. Dari sisi jangkauan pasar, melalui platform digital, Fey Attire telah melayani berbagai kota di Indonesia, bahkan menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, hingga Amerika Serikat.
Baca Juga: Menjahit Fulus dari Hijab Khusus Anak Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh ekosistem
reseller, affiliate, serta pelanggan
repeat order sehingga perkembangan bisnis berlangsung secara organik dan berkelanjutan. Secara bisnis, Fey Attire mencatat pertumbuhan yang cukup konsisten dengan rata-rata
compound annual growth rate (CAGR) di kisaran 20%–30% per tahun. Target utama Fey Attire adalah perempuan usia produktif, baik yang bekerja, ibu rumah tangga, maupun yang menjalani keduanya sekaligus.
"Mereka adalah perempuan yang aktif," tukasnya. Untuk menjangkau konsumen tersebut, Fey Attire menggunakan pendekatan
storytelling. Tujuannya adalah agar produk yang dibeli relevan dengan kebutuhan konsumennya Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News