UBC Medical (LABS) Siapkan Alat Deteksi Dini Cegah Penyebaran Hantavirus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan surat edaran mengenai kewaspadaan menghadapi hantavirus. PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) mengaku telah memiliki alat deteksi dini dalam mencegah penyebaran hantavirus di Indonesia.

Saat ini, sejumlah perusahaan penyedia alat kesehatan (alkes) berbasis rapid atau Polymerase Chain Reaction (PCR) di Indonesia sudah terintegrasi dengan kebutuhan penunjang pemeriksaan diagnostik untuk mengidentifikasi virus atau bakteri, baik penyakit menular maupun tidak menular. Hal ini menunjukkan ekosistem alat pemeriksaan kesehatan Indonesia sudah siap dalam mengidentifikasi penyakit tertentu.

Direktur Operasional UBC Medical Indonesia, Yudha Indrawirawan mengungkapkan sebagai salah satu perusahaan penyedia alkes diagnostik untuk pemeriksaan penyakit menular, LABS siap ikut merespons kasus hantavirus. LABS bahkan siap untuk menjalin kerja sama dengan beberapa produsen alkes luar negeri untuk mendistribusikan alat pemeriksaaan kesehatan dan reagent khusus untuk penyakit infeksi zoonotik.


Baca Juga: Hadapi Tekanan Daya Beli, Begini Strategi Bisnis Mandom Indonesia (TCID) pada 2026

Ke depan, LABS juga membuka kemungkinan untuk membuat reagent pemeriksaan penyakit zoonotik ini di dalam negeri melalui anak perusahaan, PT Esora Medika Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menekan biaya impor di tengah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Sehingga dapat meningkatkan margin perusahaan. Pada akhirnya manfaat yang dapat LABS berikan adalah harga pemeriksaan diagnostik di Indonesia terjangkau untuk semua kalangan," kata Yudha dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (12/5/2026).

Yudha menambahkan, langkah-langkah tersebut sejalan dengan rencana ekspansi LABS. Pada tahun ini, LABS juga berupaya menjaga laju pertumbuhan kinerja perusahaan, baik dari sisi pendapatan maupun perolehan laba.

"LABS saat ini sedang dalam fase ekspansi yang cukup agresif. Tercermin pada laporan keuangan tahun 2025 dengan pendapatan yang naik signifikan serta membukukan laba positif dengan terus tumbuh setiap tahunnya," imbuh Yudha.

Sepanjang tahun 2025, pendapatan LABS meningkat 34,99% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp  147,63 miliar menjadi Rp 199,29 miliar. Sedangkan laba bersih LABS melonjak 357,62% (yoy) dari Rp 2,95 miliar menjadi Rp 13,50 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News