Uber Bidik Delivery Hero, Persaingan Layanan Antar Memanas



KONTAN.CO.ID – CALIFORNIA. Uber Technologies mengajukan tawaran untuk mengakuisisi Delivery Hero dengan valuasi sekitar € 10 miliar atau setara US$ 11,6 miliar. Langkah ini menandai upaya Uber memperkuat bisnis layanan pesan-antar makanan global sekaligus meningkatkan persaingan dengan DoorDash di luar pasar Amerika Serikat.

Mengutip Reuters (24/5), Delivery Hero mengungkapkan telah menerima pendekatan dari Uber senilai € 33 per saham. Namun, perusahaan asal Berlin, Jerman itu menegaskan masih fokus menjalankan proses peninjauan strategis terhadap bisnis dan aset-asetnya.

Harga penawaran Uber hanya sedikit di atas harga penutupan saham Delivery Hero pada Kamis lalu, sehari sebelum kabar negosiasi pertama kali mencuat. Dengan valuasi tersebut, Uber yang saat ini telah menguasai sekitar 20% saham Delivery Hero diperkirakan perlu menyiapkan dana sekitar €8 miliar untuk menyelesaikan transaksi.


Selain itu, Uber juga memiliki opsi untuk menambah kepemilikan sebesar 5,6% saham lagi. Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Uber tengah berdiskusi dengan investor lain Delivery Hero guna membuka jalan memperbesar kepemilikannya.

Industri layanan pesan-antar makanan global sendiri tengah memasuki fase konsolidasi di tengah perlambatan pertumbuhan dan ketatnya persaingan. Tahun lalu, DoorDash menyepakati akuisisi Deliveroo asal Inggris. Sebelumnya, perusahaan investasi Prosus juga mengumumkan rencana membeli Just Eat Takeaway.com di Belanda.

Baca Juga: Uber Tancap Gas di Robotaksi, Siapkan Dana Jumbo

Financial Times melaporkan sebagian investor Delivery Hero menilai tawaran Uber masih terlalu rendah. Beberapa pemegang saham disebut menginginkan harga di atas € 40 per saham.

Meski demikian, saham Delivery Hero tetap menguat 1,9% pada perdagangan Jumat menjadi € 33,59 per saham. Sepanjang tahun ini, saham perusahaan telah melonjak 48%, ditopang spekulasi penjualan aset dan potensi aksi korporasi dari Uber.

Situasi tersebut membuka peluang munculnya penawar lain. DoorDash dikabarkan tertarik pada bisnis Delivery Hero di Timur Tengah, yakni Talabat, meski hingga kini belum mengajukan proposal resmi.

Calon pengakuisisi Delivery Hero juga harus berhadapan dengan struktur pemegang saham yang cukup kuat. Prosus menguasai hampir 17% saham, sementara Aspex Managemen, investor aktivis yang sebelumnya mendorong pergantian salah satu pendiri perusahaan, Niklas Östberg memegang lebih dari 14% saham.

Analis Bloomberg Intelligence memperkirakan nilai transaksi Delivery Hero dalam skenario akuisisi bisa mencapai US$ 15 miliar hingga US$ 18 miliar. Akuisisi tersebut dinilai dapat memperluas penetrasi Uber di pasar negara berkembang dan memperkuat posisi global perusahaan di bisnis layanan antar makanan.

Baca Juga: Nissan, Uber, dan Wayve Kolaborasi Kembangkan Robotaxi, Uji Coba di Tokyo Mulai 2026