Uber Luncurkan Robotaxi di London, Gandeng Wayve untuk Teknologi AI



KONTAN.CO.ID - LONDON. Uber meluncurkan layanan kendaraan otonom atau robotaxi di London, Inggris, pada Kamis (3/9/2026).

Layanan tersebut menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan perusahaan asal Inggris, Wayve.

Peluncuran ini menjadikan London sebagai kota kedua di Eropa setelah Zagreb yang menawarkan layanan robotaxi melalui Uber.


Baca Juga: Trump Redam Perang Iran Jelang Pemilu, Eskalasi Bisa Kembali Setelah November

Pada tahap awal, Uber dan Wayve masih menempatkan operator berlisensi di dalam kendaraan untuk memantau perjalanan.

Kedua perusahaan mengatakan layanan sepenuhnya tanpa pengemudi baru akan diterapkan pada tahap berikutnya.

Pengguna yang memesan layanan UberX, Uber Comfort, atau Uber Electric berpeluang mendapatkan kendaraan Ford Mustang Mach-E yang menggunakan teknologi Wayve tanpa biaya tambahan.

Namun, jumlah kendaraan yang tersedia masih terbatas. Uber dan Wayve menyediakan kurang dari 20 unit kendaraan pada saat peluncuran.

Kendati demikian, layanan robotaxi tanpa pengemudi di London masih menghadapi sejumlah kendala regulasi. Salah satunya terkait proses otorisasi oleh Transport for London yang mengalami penundaan.

Global Head of Autonomous Mobility Uber Sarfraz Maredia mengatakan, peluncuran tahap awal ini penting untuk membangun kepercayaan terhadap teknologi kendaraan otonom.

Baca Juga: Harga Emas Rebound 1% Rabu (2/9), Dolar AS dan Yield US Treasury Mulai Turun

"Peluncuran ini akan membangun kredibilitas dengan konsumen maupun pemerintah," ujar Maredia.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander menyebut peluncuran robotaxi tersebut sebagai tonggak penting bagi perkembangan transportasi di London.

"Ini merupakan tonggak penting bagi masa depan transportasi di London, ketika inovasi Inggris menghadirkan teknologi ini di jalan raya dan memberikan lebih banyak pilihan kepada penumpang," kata Alexander.

Teknologi AI Wayve

Wayve mengembangkan teknologi AI Driver yang dirancang untuk belajar dari pengalaman layaknya pengemudi manusia.

Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan beradaptasi dengan kondisi jalan, kendaraan, cuaca, hingga kota yang berbeda.

Uber telah menjalin kemitraan dengan Wayve sejak 2024, termasuk melalui investasi di perusahaan teknologi tersebut.

Kerja sama ini ditujukan untuk menggunakan kendaraan yang ditenagai teknologi Wayve di berbagai pasar pada masa mendatang.

Baca Juga: AC Milan Raih Penjualan Pemain Terbanyak DI Italia 2026, Unggul Jauh Dari Juventus

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus salah satu pendiri Wayve, Alex Kendall, mengatakan London menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan teknologi tersebut kepada publik.

"Kami bangga memperkenalkan Wayve AI Driver kepada publik untuk pertama kalinya di London, kota asal kami dan salah satu lingkungan berkendara paling kompleks di dunia," ujar Kendall.

Peluncuran di London menjadi langkah awal bagi Uber dan Wayve untuk menguji penerimaan publik terhadap kendaraan otonom sekaligus membangun pengalaman operasional sebelum layanan tanpa pengemudi diterapkan secara penuh.