UBS Bidik Sektor Konsumen, Properti, dan Kesehatan di ASEAN pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. UBS melihat kawasan Asia Tenggara kian menonjol sebagai tujuan alternatif bagi investor global di tengah pergeseran arus modal internasional. Perspektif tersebut mengemuka dalam UBS OneASEAN Summit 2026 yang mempertemukan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, dan pelaku industri.

Head of UBS Global Banking South-East Asia & South Asia, Nicolo Magni, menilai momentum transaksi di kawasan masih akan terjaga pada 2026. 

"Asia Tenggara semakin dipandang sebagai alternatif strategis bagi investor global, dengan aktivitas pasar modal yang tetap kuat, terutama di sektor healthcare, real estate, dan konsumen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/3/2026).


Baca Juga: Kemendag Dukung Kemitraan Dagang ASEAN-Jepang di Era Geoekonomi

Dari sisi makroekonomi, Senior ASEAN and Asia Economist UBS Investment Bank Global Research, Grace Lim, memperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN-6 berada di kisaran 4,9% pada 2026. Menurutnya, integrasi kawasan dalam rantai nilai manufaktur global serta besarnya pasar domestik menjadi penopang utama kinerja ekonomi.

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi motor pertumbuhan di Indonesia, sementara Thailand dan Filipina didorong oleh investasi swasta. Di Singapura dan Malaysia, ekspor berbasis teknologi tetap menunjukkan ketahanan,” kata Grace.

Baca Juga: Asean Dorong Kolaborasi Ekonomi Kreatif di Tengah Ketegangan Geopolitik

Forum tersebut juga menyoroti peluang investasi lintas kawasan, termasuk relasi ekonomi dengan Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Selain itu, prospek komoditas seperti emas dan logam mulia, serta perkembangan aset digital dan artificial intelligence (AI), menjadi topik utama diskusi investor.

UBS menilai transisi energi dan pengembangan sistem energi baru turut berperan penting dalam menopang ekonomi yang semakin berbasis teknologi dan AI. Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan diversifikasi sektor investasi, Asia Tenggara diproyeksikan tetap menjadi salah satu kawasan dengan daya tarik kuat bagi arus modal global pada 2026.

Baca Juga: Apindo Menilai Perjanjian Dagang RI–AS Berpeluang Perkuat Posisi Indonesia di ASEAN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: