KONTAN.CO.ID - Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan bahwa setiap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran harus menjamin akses bebas melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Melansir
Reuters pada Senin (6/4/2026),penasihat diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash mengatakan, Selat Hormuz tidak boleh dijadikan alat tekanan politik. Menurutnya, keamanan jalur tersebut bukan sekadar kepentingan regional, melainkan kebutuhan ekonomi global.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Masih Naik, Pasar Tunggu Kejelasan Negosiasi AS-Iran “Selat Hormuz tidak boleh disandera oleh negara mana pun. Kebebasan navigasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap penyelesaian konflik,” ujar Gargash dalam pengarahan akhir pekan. Ia juga memperingatkan bahwa kesepakatan yang tidak menyentuh akar masalah seperti program nuklir Iran serta pengembangan rudal dan drone berisiko menciptakan kawasan Timur Tengah yang lebih berbahaya dan tidak stabil. UEA, lanjut Gargash, menginginkan perang segera berakhir, tetapi menolak gencatan senjata yang hanya bersifat sementara tanpa solusi menyeluruh. “Kami tidak ingin eskalasi terus berlanjut, tetapi kami juga tidak ingin gencatan senjata yang mengabaikan isu-isu utama,” tegasnya.
Baca Juga: AirAsia X Tetap Komit Buka Hub di Bahrain Meski Konflik Timur Tengah Memanas Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika Teheran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz. Konflik yang telah berlangsung lebih dari lima minggu ini telah mengganggu arus perdagangan energi global. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia biasanya melintasi Selat Hormuz setiap hari, namun kini lalu lintasnya sangat terbatas akibat serangan dan ketegangan militer. Gargash menyatakan, UEA siap bergabung dalam upaya internasional yang dipimpin AS untuk mengamankan jalur pelayaran tersebut.
Ia juga mengakui bahwa negaranya termasuk yang paling terdampak serangan Iran di kawasan Teluk.
Baca Juga: Aturan Baru di Singapura: Penumpang Pesawat Cuma Boleh Bawa Dua Power Bank! Meski menghadapi tekanan, Gargash menilai kondisi ekonomi UEA tetap kuat dan memiliki ketahanan untuk pulih. Namun, ia memperkirakan konflik ini justru akan memperkuat aliansi keamanan negara-negara Teluk dengan Amerika Serikat, sekaligus memperbesar peran militer AS di kawasan. UEA, katanya, tetap tidak menginginkan permusuhan dengan Iran, tetapi menilai sulit membangun kepercayaan selama kebijakan pemerintah Teheran saat ini tidak berubah.