KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026. Keputusan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasokan minyak mentah akibat konflik Amerika Serikat (AS) – Israel dengan Iran yang belum mereda dan menyebabkan gangguan di Selat Hormuz. Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) melihat bahwa saat ini UEA berencana untuk meningkatkan kontribusi globalnya menjadi 5 juta barel minyak per hari. Beroperasi di luar kelompok-kelompok ini akan memungkinkan UEA untuk sepenuhnya memanfaatkan posisinya di tengah krisis energi saat ini. Namun, kontribusi produksi minyak UEA pada tahun 2025 terhadap pasokan global hanya sekitar 3%, di belakang Arab Saudi (10%), Rusia (10%), Kanada (6%), dan bahkan Irak (4%).
UEA Keluar Dari OPEC, Begini Dampaknya ke Pasokan Minyak Mentah Global
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026. Keputusan tersebut terjadi di tengah kekhawatiran pasokan minyak mentah akibat konflik Amerika Serikat (AS) – Israel dengan Iran yang belum mereda dan menyebabkan gangguan di Selat Hormuz. Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) melihat bahwa saat ini UEA berencana untuk meningkatkan kontribusi globalnya menjadi 5 juta barel minyak per hari. Beroperasi di luar kelompok-kelompok ini akan memungkinkan UEA untuk sepenuhnya memanfaatkan posisinya di tengah krisis energi saat ini. Namun, kontribusi produksi minyak UEA pada tahun 2025 terhadap pasokan global hanya sekitar 3%, di belakang Arab Saudi (10%), Rusia (10%), Kanada (6%), dan bahkan Irak (4%).
TAG: