UEA Pertimbangkan Pembekuan Aset Iran untuk Menekan Teheran di Tengah Konflik Timteng



KONTAN.CO.ID - Uni Emirat Arab (UEA) sedang mempertimbangkan langkah membekukan miliaran dolar aset Iran yang tersimpan di negara Teluk tersebut.

Langkah ini dinilai dapat membatasi akses Teheran terhadap mata uang asing dan perdagangan global di tengah konflik militer antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Kamis (5/3/2026), otoritas UEA tengah menimbang sejumlah opsi, mulai dari pembekuan aset perusahaan bayangan milik Iran yang berbasis di UEA hingga pengetatan besar-besaran terhadap aktivitas penukaran mata uang lokal yang kerap digunakan untuk memindahkan dana di luar sistem perbankan resmi.


Baca Juga: China Genjot Belanja Pertahanan 7%, Ancaman Taiwan Meningkat?

Reuters menyebut belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut secara independen. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan di luar jam kerja.

Jika UEA benar-benar mengambil tindakan terhadap jaringan pendanaan tersembunyi Iran, salah satu target utama adalah rekening yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Selain langkah finansial, para pembuat kebijakan di UEA juga disebut mempertimbangkan tindakan maritim secara langsung, seperti penyitaan kapal-kapal Iran.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke Iran pada Sabtu (1/3/2026).

Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran yang menembakkan rudal ke Israel serta beberapa wilayah Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Mulai Buyback Saham Lagi, CEO Greg Abel Ikut Borong Rp 245 Miliar

Menurut laporan tersebut, pejabat UEA secara pribadi telah memperingatkan Iran mengenai kemungkinan langkah-langkah yang dapat diambil terhadap Teheran.

Namun, belum jelas kapan atau apakah pemerintah UEA benar-benar akan menerapkan kebijakan tersebut.