UEFA Buka Lagi Kasus Negreira Barcelona, Real Madrid Kirim 50.000 Halaman Dokumen



KONTAN.CO.ID - UEFA kembali memproses kasus Negreira yang melibatkan Barcelona setelah Real Madrid menyerahkan sejumlah besar dokumen kepada badan sepak bola Eropa tersebut.

UEFA mengonfirmasi pada Kamis (1/10) bahwa pihaknya telah menerima dokumen dalam jumlah besar dari Real Madrid terkait penyelidikan terhadap Barcelona dan mantan Wakil Presiden Komite Teknis Wasit (CTA) Spanyol, Jose María Enriquez Negreira.

Dokumen tersebut kini akan dipelajari oleh UEFA Ethics and Disciplinary Inspectors sebagai bagian dari proses yang masih berjalan.


Perkembangan terbaru ini membuat kasus Negreira kembali menjadi perhatian setelah proses disipliner UEFA terhadap Barcelona sebelumnya ditangguhkan pada 2023. UEFA saat itu tetap menyimpan hak untuk melanjutkan proses tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Camp Nou akan Jadi Mesin Uang Barcelona, Targetkan Pendapatan Rp14,3 Triliun

Real Madrid Kirim Puluhan Ribu Halaman Dokumen

Real Madrid disebut mengirimkan sekitar 50.000 halaman dokumen kepada UEFA. Berkas tersebut mencakup berbagai dokumen, bukti serta pernyataan dari sejumlah pihak yang menurut Real Madrid berkaitan dengan kasus Negreira.

Pada Juni 2026, klub mengumumkan bahwa mereka mengirimkan laporan kepada badan disipliner UEFA dan menyatakan memiliki bukti yang menurut mereka memperkuat dugaan pembayaran Barcelona kepada Negreira selama bertahun-tahun.

Real Madrid meminta UEFA mengambil tindakan disipliner terhadap Barcelona. Klub juga menilai dugaan pembayaran tersebut berkaitan dengan integritas kompetisi dan sistem perwasitan.

Setelah menerima dokumen terbaru, UEFA menegaskan bahwa berkas tersebut akan menjadi bagian dari pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Kasus Manchester City dan Negreira Barcelona, Mengapa Hukumannya Berbeda?

Apa Itu Kasus Negreira?

Kasus Negreira berkaitan dengan pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan Jose María Enriquez Negreira, yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden Komite Teknis Wasit Spanyol.

Pembayaran tersebut berlangsung selama periode 2001 hingga 2018.

Berdasarkan materi kasus, total pembayaran yang menjadi perhatian mencapai sekitar 8,4 juta euro. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp170,2 miliar.

Tujuan pembayaran tersebut menjadi salah satu poin utama yang ingin ditelusuri dalam proses hukum dan disipliner.

Mengutip Diario AS, Barcelona selama ini menyatakan pembayaran tersebut berkaitan dengan laporan teknis dan konsultasi mengenai wasit.

Sementara itu, jaksa Spanyol telah menyelidiki kemungkinan pembayaran tersebut berkaitan dengan upaya memengaruhi lingkungan perwasitan.

Karena itu, proses UEFA akan berusaha mengumpulkan dan menilai bukti mengenai tujuan pembayaran serta apakah terdapat pelanggaran terhadap aturan sepak bola Eropa.

Baca Juga: Biaya Renovasi Camp Nou Membengkak, Barcelona Tambah Rp6,12 Triliun

UEFA Sudah Selidiki Barcelona Sejak 2023

UEFA sebenarnya telah menunjuk Ethics and Disciplinary Inspectors untuk menyelidiki Barcelona terkait kemungkinan pelanggaran kerangka hukum UEFA pada Maret 2023.

Dalam pengumuman resminya saat itu, UEFA menyebut pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan kasus Negreira.

UEFA pada Juli 2023 memutuskan Barcelona tetap dapat mengikuti kompetisi Eropa secara sementara, sembari mempertahankan kemungkinan untuk melanjutkan proses disipliner di kemudian hari.

UEFA juga sebelumnya menyatakan bahwa perkara tersebut tidak sepenuhnya terhenti dari perspektif organisasi sepak bola Eropa.

Pada 2023, Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan menyebut kasus tersebut sebagai salah satu perkara paling serius yang pernah dilihatnya di sepak bola.

Namun, keputusan akhir mengenai dugaan pelanggaran belum dijatuhkan UEFA.

Baca Juga: Bedah Kasus Manchester City vs Chelsea, Mengapa Hukuman Keduanya Berbeda?