KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan sepak bola Eropa, UEFA, meminta FIFA memberikan penjelasan terkait sejumlah keputusan dan tata kelola organisasi di bawah kepemimpinan Gianni Infantino. UEFA memberikan tenggat hingga 2 November 2026 untuk menjawab 42 pertanyaan yang mencakup 12 topik, termasuk proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) dan FIFA Peace Prize. Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom pada Senin (19/10/2026). Surat tersebut meminta FIFA memberikan jawaban secara menyeluruh sebelum tenggat yang ditentukan.
Langkah UEFA ini melanjutkan desakan agar Infantino mundur dari jabatannya setelah ia mengusulkan proyek FFE yang kini telah dibatalkan. Proyek tersebut mencakup rencana pembentukan perusahaan untuk mengelola kepentingan komersial kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, serta menjual sebagian kecil saham perusahaan kepada investor swasta. Infantino, yang kini berusia 56 tahun, sebelumnya meminta maaf kepada Dewan FIFA dalam pertemuan pekan lalu. Ia juga mempersilakan para anggota menyampaikan pertanyaan tertulis mengenai tata kelola kepemimpinannya untuk dijawab dalam pertemuan berikutnya pada 16 Desember 2026.
Baca Juga: FAA Beri Sertifikasi Final Boeing 737 MAX 10, Pengiriman Segera Dimulai Namun, UEFA menilai persoalan tersebut membutuhkan penjelasan lebih cepat dan tidak seharusnya menunggu pertemuan Dewan FIFA berikutnya. "Pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan jawaban sekarang," tulis Theodoridis dalam surat tersebut. "Pertanyaan-pertanyaan ini tidak dapat ditunda hingga pertemuan Dewan FIFA berikutnya. Reformasi tata kelola di masa mendatang juga tidak dapat menggantikan pengawasan terhadap keputusan yang telah diambil dan pertanggungjawaban atas keputusan tersebut..." UEFA juga menegaskan bahwa FIFA harus memenuhi tuntutan transparansi dari badan pengambil keputusan internalnya sendiri. "Kami mengharapkan FIFA memberikan transparansi sebagaimana yang diwajibkan oleh badan pengaturnya sendiri dan memberikan jawaban lengkap dalam tenggat waktu tersebut," tulis Theodoridis. Reuters melaporkan telah melihat salinan surat yang dikirimkan UEFA kepada FIFA tersebut.
FIFA Tolak Bahas Komunikasi Internal kepada Media
Menanggapi persoalan tersebut, FIFA menyatakan bahwa dokumen dan pembahasan dalam pertemuan Dewan FIFA bersifat rahasia. FIFA menegaskan akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anggota Dewan FIFA, tetapi tidak akan membuka komunikasi internal kepada media. "Peraturan Tata Kelola FIFA menyatakan bahwa pertemuan Dewan dan dokumen terkait bersifat rahasia," ujar juru bicara FIFA pada Selasa (20/10/2026). Meski FIFA bermaksud menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anggota Dewannya, FIFA tidak berniat melanggar kerahasiaan dengan mengomentari komunikasi dan/atau dokumentasi internal kepada media. FIFA juga menegaskan bahwa penghormatan terhadap aturan kerahasiaan merupakan bagian dari penghormatan terhadap Dewan FIFA dan setiap anggotanya.
Baca Juga: NATO Kerahkan Pesawat Patroli dan Drone ke Laut Hitam Usai Serangan Kapal FIFA menganggap penghormatan terhadap peraturan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewan itu sendiri dan masing-masing anggotanya. FIFA akan selalu mempertahankan penghormatan tersebut dan tidak akan terlibat dalam pertukaran pendapat dengan pihak ketiga mana pun yang merusak hal tersebut. Sementara itu, UEFA belum memberikan tanggapan langsung atas permintaan komentar Reuters.
Infantino Hadapi Pemilihan Ulang pada 2027
Persoalan tata kelola ini muncul menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Infantino dijadwalkan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan pada Maret 2027. Kandidat potensial harus menyerahkan pencalonan mereka paling lambat 18 November 2026. Dengan jadwal tersebut, permintaan UEFA untuk memperoleh penjelasan sebelum awal November menjadi bagian dari sorotan terhadap kepemimpinan Infantino menjelang pemilihan.