KONTAN.CO.ID - UEFA berencana mencabut ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA setelah mendapat jaminan bahwa rencana melibatkan investor swasta dalam kepemilikan kompetisi tidak akan kembali dilakukan. Keputusan tersebut membuat Piala Dunia U-20 Wanita di Polandia tetap dapat berlangsung sesuai rencana.
BBC Sport melaporkan, persoalan ini akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif UEFA di Monaco pada Kamis (27/8).
Sebelumnya, UEFA mengancam melakukan boikot terhadap seluruh kompetisi FIFA sebagai bentuk penolakan terhadap proposal
FIFA Forward Enterprises (FFE) yang dikaitkan dengan rencana menjual saham atau kepentingan dalam Piala Dunia kepada investor swasta.
Baca Juga: 6 Asosiasi Sepak Bola Nordik Kompak Lawan Gianni Infantino di FIFA Piala Dunia U-20 Wanita Tetap Berlangsung
Dampak paling langsung dari keputusan tersebut adalah kepastian terhadap penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Wanita 2026 di Polandia. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung bulan depan sebelumnya berada dalam bayang-bayang ancaman boikot UEFA. Jika negara-negara Eropa benar-benar menarik diri, komposisi peserta turnamen tentu akan berubah secara signifikan. Namun, apabila UEFA resmi mencabut ancaman tersebut, Piala Dunia U-20 Wanita dapat berjalan sesuai rencana. Enam tim Eropa dijadwalkan ambil bagian dalam turnamen, yakni Inggris, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan Polandia sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Infantino vs Presiden Concacaf: Konflik Kekuasaan FIFA Makin Panas UEFA Tetap Minta Jaminan dari FIFA
Ancaman boikot bermula dari penolakan UEFA terhadap proposal FFE. Pada bulan sebelumnya, 55 asosiasi anggota UEFA memilih untuk memboikot seluruh kompetisi FIFA sampai proposal tersebut dibatalkan sepenuhnya. Mereka juga meminta jaminan yang mengikat bahwa FIFA tidak akan kembali membuka tata kelola organisasi ataupun kompetisinya kepada kepemilikan swasta. Dengan demikian, keputusan UEFA untuk mencabut ancaman boikot bukan berarti proposal FFE diterima. UEFA justru disebut baru bersedia mengakhiri ancaman tersebut setelah mendapatkan kepastian bahwa rencana serupa tidak akan kembali diajukan. Langkah tersebut sekaligus memungkinkan kompetisi FIFA yang melibatkan negara-negara Eropa tetap berjalan tanpa gangguan. Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, sebelumnya juga menyatakan tidak mendukung boikot terhadap Piala Dunia U-20 Wanita.
Nandy berharap konflik antara pihak-pihak yang menentang Infantino dan FIFA dapat diselesaikan tanpa mengorbankan para pemain. "Apa yang sebenarnya ingin saya lihat adalah sepak bola bersatu, menyelesaikan masalah ini, adanya perubahan kepemimpinan, perubahan arah, serta pesan yang sangat jelas bahwa sepak bola adalah milik para penggemarnya," ujarnya, dikutip
BBC Sport. Ia secara khusus meminta agar konflik tersebut tidak berdampak terhadap perkembangan sepak bola wanita.
Baca Juga: Organisasi HAM Desak FIFA Halangi Infantino Maju untuk Periode Keempat