KONTAN.CO.ID - SOLO. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (
EXCL) atau XLSMART menguji kualitas jaringan 5G+ di jalur kereta api yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo. Dalam pengujian tersebut, kecepatan internet tercatat mencapai lebih dari 100 Mbps, dengan potensi menembus 200 Mbps pada titik pengukuran tertentu. Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART Merza Fachys mengatakan, uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memastikan kualitas konektivitas tetap terjaga saat masyarakat bergerak dari satu kota ke kota lainnya.
Baca Juga: Moody’s Pertahankan Rating Baa3 untuk Freeport, Pemulihan Grasberg Jadi Kunci Menurut Merza, jalur kereta Jogja-Solo memiliki nilai strategis bukan hanya untuk mendukung pariwisata, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat. Mobilitas wisatawan dapat mendorong perputaran ekonomi di daerah tujuan, termasuk bagi pelaku usaha lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Jalur kereta Jogja-Solo ini tidak hanya untuk wisatawan, tetapi juga untuk kegiatan ekonomi. Wisatawan membawa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga masyarakat yang menjalankan bisnis juga ikut terdongkrak,” ujar Merza Kamis (15/10/2026). Ia menambahkan, konektivitas internet kini menjadi kebutuhan penting bagi berbagai sektor usaha. Karena itu, XLSMART ingin memastikan jaringan yang tersedia mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dengan kualitas layanan yang memadai. “Sekarang tidak ada bisnis yang tidak membutuhkan konektivitas. Kami merasa terpanggil untuk hadir di situ dengan kualitas jaringan yang baik,” kata Merza.
Baca Juga: BYD Targetkan 100 Titik Flash Charging di Indonesia hingga Akhir 2026 Dalam uji coba di jalur tersebut, XLSMART melakukan pengukuran kecepatan jaringan untuk melihat kinerja konektivitas ketika pengguna berada dalam perjalanan. Merza menyebut hasil pengukuran awal telah menunjukkan kecepatan di atas 100 Mbps. Namun, ia menilai lokasi pengukuran turut memengaruhi hasil yang diperoleh. “Dalam pengujian kecepatan, hasilnya sudah di atas 100 Mbps. Mungkin titik pengukurannya belum tepat, karena seharusnya bisa mencapai lebih dari 200 Mbps,” ujarnya. Pengujian tersebut menjadi bagian dari pendekatan pengembangan jaringan 5G Blanket Coverage, yakni memperluas cakupan 5G agar konektivitas tidak hanya tersedia di titik-titik tertentu. Dengan pendekatan ini, perusahaan berupaya menjaga pengalaman digital pelanggan saat berpindah lokasi, termasuk di jalur transportasi yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Lampaui Ekspor, Konsumsi CPO Domestik Diproyeksi Tembus 27,1 Juta Ton Bagi pengguna kereta, konektivitas selama perjalanan dapat dimanfaatkan untuk bekerja jarak jauh, mengikuti rapat daring, mengakses informasi perjalanan, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan digital. Sementara bagi pelaku usaha, jaringan internet mendukung komunikasi dengan pelanggan, transaksi digital, serta pengelolaan bisnis melalui platform daring. XLSMART juga melihat penguatan jaringan di jalur Jogja-Solo sebagai bagian dari upaya memperluas manfaat ekonomi digital di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua wilayah tersebut memiliki aktivitas ekonomi yang beragam, mulai dari pendidikan dan pariwisata hingga perdagangan, industri kreatif, dan UMKM. Secara nasional, jaringan 5G XLSMART telah menjangkau sekitar 70 kota dan kabupaten di Indonesia. Adapun di Jawa Tengah dan DIY, perusahaan didukung lebih dari 40.000 BTS, termasuk lebih dari 9.000 BTS 5G.
Baca Juga: Hashim Siapkan Insentif Teknologi Penangkap Karbon untuk Industri Melalui pengembangan jaringan tersebut, XLSMART berupaya meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang semakin bergantung pada layanan digital. Meski demikian, kecepatan aktual yang dirasakan pelanggan tetap dapat berbeda, bergantung pada lokasi, perangkat, kondisi jaringan, dan kepadatan pengguna. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News