KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan uji coba tahap kedua sistem pembayaran tol nirsentuh tanpa berhenti atau
Multi Lane Free Flow (MLFF) berbasis
Global Navigation Satellite System (GNSS). Langkah ini dilakukan setelah uji coba tahap pertama belum memberikan hasil yang konklusif. Pemerintah ingin memastikan teknologi tersebut benar-benar andal sebelum diterapkan secara luas. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah akan mengevaluasi MLFF secara hati-hati, terutama dari sisi kesiapan dan keandalan teknis.
"Uji coba pertama tidak konklusif. Sekarang kita masuk ke uji coba kedua," ujar Dody kepada
Kompas.com, Sabtu (26/9/2026). Menurut Dody, penerapan MLFF dalam skala penuh memiliki konsekuensi teknis dan manajerial yang kompleks.
Baca Juga: Proyek Tembus 1.161 KM, 982 KM Jalan Tol Trans Sumatera Sudah Beroperasi Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru masuk ke tahap komersialisasi sebelum sistem terbukti mampu bekerja dalam kondisi yang mendekati operasional sebenarnya. Uji coba tahap kedua akan dilakukan di Jalan Tol Bali Mandara, lokasi yang sama dengan pengujian sebelumnya. Namun, cakupan pengujian akan diperluas dengan melibatkan volume kendaraan dan lebih banyak instansi. Pemerintah berencana melibatkan kepolisian, pengelola Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pengujian akan menggunakan skema setengah komersial untuk melihat kinerja MLFF dalam kondisi yang lebih mendekati penerapan nyata. Hasil pengujian tersebut akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan kelanjutan proyek.
Baca Juga: BPJT: Kenaikan Tarif Sejumlah Jalan Tol Masih Tunggu Restu Kementerian PU Dody menegaskan, pemerintah akan menilai teknologi berdasarkan hasil pengujian dan ketentuan dalam kontrak, bukan berdasarkan besarnya investasi yang diklaim penyedia sistem. Hal ini berkaitan dengan klaim pengembang MLFF asal Hungaria, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS), yang menyebut telah menggelontorkan investasi hingga Rp 4 triliun. "Pihak mereka boleh saja mengeklaim sudah keluar Rp 4 triliun. Tapi kalau nanti minta penggantian atau keputusan lanjut, kita bicara aturan. Audit dulu secara tuntas," kata Dody. Pemerintah, lanjutnya, perlu memastikan keandalan teknologi sekaligus menjaga kepentingan publik dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Dengan demikian, keputusan untuk melanjutkan MLFF akan ditentukan berdasarkan kelayakan teknis dan kepatuhan terhadap kontrak.
Baca Juga: Pagu Anggaran Susut, Target Pembangunan Jalan Tol Tahun 2027 Hanya 12,27 Km Dody menekankan, pemerintah perlu memastikan sistem benar-benar siap sebelum masuk ke tahap berikutnya. Pemerintah juga akan menghindari keputusan yang berpotensi merugikan salah satu pihak hanya karena pertimbangan investasi yang telah dikeluarkan. Sumber:
https://www.kompas.com/properti/read/2026/09/27/080000421/uji-coba-mlff-kedua-bakal-digelar-pemerintah-siapkan-skema-setengah. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News