KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia menerima lima purchase order (PO) dan total nilai transaksi sekitar US$ 92.000 untuk produk makanan olahan menuju pasar Kanada. Capaian ini dihasilkan setelah penandatangan kontrak secara virtual pada 11 Maret 2026 antara Exotique Foods, importir produk Indonesia di Kanada yang dikelola Diaspora Indonesia, dengan beberapa pelaku UKM Indonesia. Penandatanganan tersebut difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa yang bekerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag).
UKM yang terlibat yaitu PT Azaki International dengan produk tempe siap saji, PT Wins Organic dengan produk gula kelapa dan gula aren, PT Indo Tropikal dengan produk permen jahe, CV Dua Sholeha dengan produk bawang goreng, CV Menara Desa dengan produk keripik buah, serta PT Ladang Sehat dengan produk pasta bebas gluten.
Baca Juga: ICA-CEPA Buka Peluang Besar Ekspor Hasil Laut Indonesia ke Pasar Kanada Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Ditjen PEN Kemendag, Miftah Farid mengatakan, karakteristik pasar Kanada yang multikultural memberikan potensi yang besar bagi produk makanan dan minuman Indonesia. “Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat strategi pengembangan ekspor Indonesia, termasuk dalam memanfaatkan peluang pasar di berbagai negara tujuan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026). Kemendag mencatat, dalam periode 2023-2025, nilai ekspor makanan dan minman olahan meningkat dari sekitar US$ 56,4 juta pada 2023 menjadi US$ 116,7 juta pada 2025, atau tumbuh sekitar 106,8% dalam tiga tahun terakhir. Menurut Miftah, besarnya potensi pasar tersebut menunjukkan peluang yang makin terbuka bagi produk Indonesia di Kanada. "Meskipun demikian, kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan pasar tetap menjadi faktor penting agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” tandas Miftah.
Baca Juga: Kemendag Godok Indonesia-GCC FTA Rampung 2026, Bidik Ekspor Tumbuh 17,4% Sementara itu, Director of PT Azaki Food International and Rumah Tempe Azaki, Cucup Ruhiyat menyebut, PT Azaki menerima dengan baik segala dukungan dan kolaborasi dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, KBRI Ottawa, Atase Perdagangan RI Ottawa, serta Indonesian Trade Promotion Center dalam mendorong rencana ekspor tempe azaki ke pasar Kanada.
Menurutnya, dukungan pembiayaan, fasilitasi perdagangan, dan promosi yang diberikan menjadi pemicu bagi PT Azaki untuk terus memperkenalkan tempe sebagai pangan berbasis nabati yang sehat, berkelanjutan, serta bagian dari kekayaan kuliner Indonesia kepada konsumen internasional. "Kami optimistis, melalui sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah, tempe Indonesia dapat menjadi kebanggaan baru kuliner Indonesia di pasar global,” ungkap Cucup.
Baca Juga: Kemendag: Nilai Ekspor Indonesia Naik pada Januari 2026, Surplus US$ 0,95 Miliar Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News