PALEMBANG. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih kesulitan mengakses pinjaman ke bank. Mereka kesulitan menyerahkan agunan atau jaminan. Ketua Forum Tenaga Pendamping UMKM Sumsel, Salama Sri Susanti mengatakan, kenyataan ini yang membuat pelaku UMKM malas untuk berhubungan ke bank sehingga kerap terjebak dengan jasa nonformal (rentenir). "Jika dihitung secara kasat mata, mungkin dari 100 UMKM hanya 20 yang mau mengakses pinjaman di bank. Selebihnya memilih memakai modal sendiri yang seadanya, atau pinjam dari keluarga bahkan lewat renternir," kata Salama, Jumat (30/10).
UKM Sumsel kesulitan akses kredit bank
PALEMBANG. Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah masih kesulitan mengakses pinjaman ke bank. Mereka kesulitan menyerahkan agunan atau jaminan. Ketua Forum Tenaga Pendamping UMKM Sumsel, Salama Sri Susanti mengatakan, kenyataan ini yang membuat pelaku UMKM malas untuk berhubungan ke bank sehingga kerap terjebak dengan jasa nonformal (rentenir). "Jika dihitung secara kasat mata, mungkin dari 100 UMKM hanya 20 yang mau mengakses pinjaman di bank. Selebihnya memilih memakai modal sendiri yang seadanya, atau pinjam dari keluarga bahkan lewat renternir," kata Salama, Jumat (30/10).