Ukraina batasi ekspor, harga gandum naik



Kontrak gandum meningkat untuk yang pertama kalinya dalam empat sesi setelah Ukraina, negara eksportir gandum terbesar kedua di dunia, menyatakan bakal membatasi pengiriman ke pasar ekspor. Langkah yang ditempuh Ukraina tersebut membebek Rusia yang sudah mulai menahan ekspor gandumnya mulai 15 Agustus 2010 lalu. Harga kontrak gandum untuk pengiriman Desember naik 0,9% menjadi US$ 6,8975 per bushel di Chicago sebelum akhirnya diperdagangkan di US$ 6,855 per bushel pada pukul 10:10 waktu Singapura. Kuota ekspor gandum dari Ukraina mulai 1 September 2010 hingga akhir tahun ini hanya sebesar 1,5 juta ton. Langkah ini dilakukan oleh Ukraina untuk menahan laju kenaikan harga gandum di pasar domestik. Untuk catatan saja, Ukraina telah mengapalkan 5 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. "Keputusan Ukraina tersebut pasti akan berdampak pada suplai global," kata Chung Yang Ker, Analis Phillip Futures Pte. di Singapura. Ia menghitung, dengan ada batasan ekspor gandum ini, maka harga berpotensi untuk terkerek naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: