KONTAN.CO.ID - KYIV. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan bahwa negaranya tengah menyiapkan langkah besar bersama Swedia untuk memperkuat pertahanan udara, termasuk terkait jet tempur Gripen buatan Saab. Pernyataan itu disampaikan saat Zelenskiy melakukan kunjungan resmi ke Swedia, Kamis (28/5/2026). Kunjungan tersebut menandai semakin eratnya kerja sama militer antara kedua negara di tengah berlanjutnya perang Ukraina melawan Rusia.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyambut langsung Zelenskiy di pangkalan udara Uppsala, lokasi dua jet Gripen sempat melakukan manuver rendah di atas landasan.
Baca Juga: Israel Perluas Zona Evakuasi, Lebanon Selatan Kian Kosong dari Warga “Kami sedang menyiapkan paket pertahanan besar untuk Ukraina dan langkah kuat terkait jet tempur Gripen, yang akan membuat kemampuan tempur udara kami jauh lebih efektif,” tulis Zelenskiy melalui akun X. Sinyal pengiriman Gripen langsung memicu respons pasar. Saham Saab, produsen jet tempur tersebut, melonjak sekitar 5% setelah kabar itu muncul. Sebelumnya, Swedia dan Ukraina telah menandatangani letter of intent pada tahun lalu yang membuka peluang penjualan hingga 150 unit Gripen E ke Ukraina. Namun karena produksi dan pengiriman varian terbaru itu masih membutuhkan waktu beberapa tahun, pembicaraan kini juga mengarah pada kemungkinan transfer Gripen model C/D yang sudah digunakan militer Swedia. Bagi Ukraina, opsi tersebut dinilai penting sebagai solusi cepat memperkuat armada udara sambil menunggu pengiriman Gripen E. Menteri Pertahanan Ukraina bahkan menyebut kesepakatan untuk Gripen E berpotensi diteken dalam beberapa bulan ke depan, setelah Uni Eropa menyetujui pinjaman 90 miliar euro untuk membantu Ukraina.
Baca Juga: Iran dan AS Saling Serang di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Kebuntuan Negosiasi Di sisi lain, potensi transfer Gripen juga menjadi peluang strategis bagi Swedia. Jika jet tersebut digunakan langsung dalam perang melawan Rusia, Gripen akan mendapat pembuktian tempur nyata yang dapat meningkatkan daya jualnya di pasar global. Industri pertahanan Swedia sendiri tengah menikmati lonjakan permintaan sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Hingga kini, Swedia telah menggelontorkan bantuan militer dan sipil senilai 128 miliar crown Swedia atau sekitar US$13,75 miliar kepada Ukraina. Pemerintah Swedia juga sudah menyiapkan tambahan bantuan sebesar 80 miliar crown untuk tahun ini dan tahun depan. CEO Saab pada Mei lalu mengatakan pihaknya berharap kesepakatan ekspor senjata terbesar dalam sejarah Swedia itu bisa ditandatangani tahun ini.