Ukraina Gencarkan Serangan ke Fasilitas Energi Rusia, Ini Daftarnya



KONTAN.CO.ID - Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, terutama kilang minyak dan fasilitas petrokimia, sebagai bagian dari upaya Kyiv mengurangi sumber pendapatan yang dapat digunakan Moskow untuk membiayai perang.

Reuters merangkum sejumlah serangan terbaru terhadap fasilitas energi Rusia, termasuk beberapa kilang yang mengalami penghentian atau gangguan produksi.

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, Sedikitnya 164 Orang Tewas


Orsk

Militer Ukraina pada Selasa (11/8/2026) mengatakan telah menyerang kilang minyak Orsknefteorgsintez di Kota Orsk, wilayah Orenburg, Rusia.

Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 6 juta ton minyak per tahun.

ZapSibNeftekhim

Pasukan khusus Ukraina pada 10 Agustus mengatakan drone mereka menyerang fasilitas petrokimia ZapSibNeftekhim di wilayah Tyumen.

Fasilitas milik Sibur Holding tersebut memiliki kapasitas produksi polimer dasar sekitar 2,5 juta ton per tahun.

TANECO

Kilang minyak TANECO milik Tatneft juga menjadi sasaran serangan militer Ukraina pada 10 Agustus.

Kilang tersebut mengolah sekitar 17 juta ton minyak mentah pada 2024.

Baca Juga: Penjualan Mobil China Turun 10 Bulan Beruntun, Ekspor Justru Melonjak

Ilsky

Kebakaran terjadi di kilang minyak Ilsky, wilayah Krasnodar, setelah serangan drone Ukraina pada 8 Agustus. Lima orang dilaporkan terluka dan kebakaran kemudian berhasil dipadamkan.

Kilang tersebut memiliki kapasitas desain lebih dari 6 juta ton minyak per tahun.

Yaroslavl

Kilang minyak Yaroslavl, sekitar 250 kilometer sebelah timur laut Moskow, terbakar pada 6 Agustus setelah serangan drone besar-besaran Ukraina.

Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 15 juta ton minyak per tahun.

Volgograd

Kilang minyak Volgograd milik Lukoil telah menghentikan sepenuhnya pengolahan minyak mentah sejak 31 Juli setelah kebakaran yang dipicu serangan drone.

Pada 2024, kilang tersebut mengolah sekitar 13,5 juta ton minyak.

Baca Juga: Serangan Houthi di Laut Merah Tewaskan Tiga Awak Kapal, Risiko Pelayaran Meningkat

Saratov

Pasukan Ukraina menyerang kilang minyak Saratov milik Rosneft pada 2 Agustus. Kilang tersebut kemudian menghentikan pengolahan minyak setelah mengalami kerusakan akibat serangan.

Kapasitas pengolahan kilang Saratov mencapai sekitar 5,8 juta ton minyak pada 2024.

Ryazan

Kilang minyak Ryazan, salah satu kilang terbesar Rusia, menghentikan pengolahan minyak mentah pada 29 Juli setelah serangan drone.

Berdasarkan sumber industri, fasilitas tersebut berpotensi berhenti beroperasi selama sekitar dua pekan.

Kilang Ryazan mengolah sekitar 13,1 juta ton minyak mentah pada 2024.

Baca Juga: Sea Ltd Catat Pendapatan di Atas Ekspektasi, Shopee Jadi Penopang Utama