Ukraina Jajaki Pelabuhan Baltik untuk Alternatif Ekspor Biji-bijian



KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina sedang menjajaki penggunaan pelabuhan Laut Baltik untuk ekspor biji-bijian, kata Kementerian Pertanian pada Rabu (23/9). Hal ini dilakukan sebagai alternatif rute selain Laut Hitam, akibat perang Ukraina-Rusia. 

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan-perusahaan Rusia menggunakan kembali pupuk, batu bara, dan terminal kargo lainnya di pelabuhan Baltik dan Arktik untuk menangani ekspor biji-bijian setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina mengganggu pengiriman melalui Laut Hitam.

Baca Juga: Harga Jet Fuel Naik, Ryanair Tak Akan Naikkan Harga Tiket


Sebagian besar kargo Ukraina, termasuk biji-bijian, telah dialihkan melalui tiga pelabuhan sungai Danube di negara tersebut setelah serangan Rusia secara efektif memblokir pelabuhan Laut Hitam, yang sebelumnya menangani 90% ekspor.

Namun hal ini menambah biaya logistik sekitar US$50 per metrik ton, menjadikan biji-bijian Ukraina tidak kompetitif, dan menciptakan kemacetan.

Biaya tinggi, logistik sulit

“Pelabuhan Baltik berpotensi menangani ekspor hingga 20 juta ton biji-bijian,” kata Kementerian Pertanian Ukraina dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan antara Menteri Pertanian Ukraina dan Estonia.

Transportasi melalui Baltik akan menambah biaya ekspor sekitar US$100 per ton, kata kementerian.

Untuk mengimbangi hal ini, Ukraina memerlukan dukungan internasional hingga Us$2 miliar, tambahnya.

Kementerian tidak mengidentifikasi sumber pendanaan potensial atau menjelaskan bagaimana gandum bisa mencapai pelabuhan Baltik.

Ukraina tidak berbatasan dengan negara-negara Baltik, sehingga transit melalui Polandia merupakan rute yang paling mungkin.

Ukraina mengirimkan gandum melalui Polandia pada tahun 2022 dan 2023 selama tahap awal perang. 

Rute tersebut memicu protes besar dari para petani Polandia, yang berpendapat bahwa harga biji-bijian Ukraina yang lebih murah mengancam produsen dalam negeri.

Ukraina masih mengekspor gandum melalui negara tetangganya di Eropa Timur, namun volumenya masih relatif rendah, hanya sekitar 340.000 ton yang dikirim melalui rute tersebut pada paruh pertama bulan September, menurut operator kereta api Ukrzaliznytsia.

Pada pertengahan September, 278 gerbong gandum per hari dikirim ke Eropa Timur, termasuk hanya 65 gerbong yang menuju Polandia.

Ukraina mengekspor biji-bijian melalui Polandia, Hongaria, Rumania, dan Slovakia.

Baca Juga: McDonald's Siapkan US$8,5 Miliar untuk Dukung Pewaralaba hingga 2036