Ukraina Perluas Jangkauan Serangan ke Rusia, Targetkan Infrastruktur Energi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Volodymyr Zelenskiy menegaskan bahwa Ukraina akan terus meningkatkan jangkauan serangan militernya ke wilayah Rusia. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu, disertai unggahan video yang diklaim menunjukkan serangan terhadap target yang berjarak lebih dari 1.500 kilometer.

Langkah ini mencerminkan eskalasi strategi militer Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Serangan semakin difokuskan pada fasilitas energi Rusia seperti kilang minyak, depot, dan pelabuhan. Target tersebut dinilai sebagai sumber pendanaan utama perang Moskow, terutama di tengah kenaikan harga energi global akibat konflik Iran.

Dalam pernyataannya di platform X, Zelenskiy menyebut bahwa dinas keamanan Ukraina melaporkan keberhasilan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia. Ia menyebutnya sebagai “tahap baru dalam penggunaan senjata Ukraina untuk membatasi potensi perang Rusia.”


Meski tidak merinci lokasi target, Zelenskiy mengungkapkan bahwa jarak serangan mencapai lebih dari 1.500 kilometer. “Kami akan terus memperluas jangkauan ini,” ujarnya.

Secara terpisah, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyatakan bahwa drone mereka berhasil menyerang stasiun pemompaan minyak Rusia di dekat kota Perm, sekitar 1.500 kilometer dari wilayah Ukraina.

Baca Juga: Jerman Setujui Kerangka Anggaran 2027, Fokus Perkuat Infrastruktur dan Pertahanan

Serangan terhadap infrastruktur energi Rusia juga terjadi sehari sebelumnya. Serangan drone Ukraina memicu kebakaran besar di kilang minyak Rusia di pelabuhan Laut Hitam, Tuapse. Insiden tersebut menjadi serangan ketiga terhadap kilang tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

Menanggapi hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan tersebut sebagai bukti meningkatnya serangan Ukraina terhadap target sipil.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan bahwa sejak invasi besar-besaran Rusia pada 2022, Ukraina telah meningkatkan jangkauan serangan terhadap Rusia hingga 170%. Negara tersebut juga memperkuat kemampuan produksi senjata jarak jauh secara domestik.

Pada Februari lalu, drone Ukraina dilaporkan menghantam kilang minyak Ukhta di wilayah Komi, Rusia, yang berjarak sekitar 1.750 kilometer dari perbatasan Ukraina.

Zelenskiy menegaskan bahwa setiap serangan memiliki tujuan strategis. “Penting bahwa setiap serangan mengurangi kemampuan industri militer Rusia, logistik, dan ekspor minyaknya,” kata dia.