KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ukraina mengklaim berhasil menyerang delapan kapal tanker yang tergabung dalam "shadow fleet" atau armada bayangan Rusia di Laut Azov. Serangan drone itu menjadi bagian dari strategi Kyiv untuk memperlemah jalur logistik dan pasokan bahan bakar Rusia menuju Semenanjung Crimea yang diduduki Moskow. Militer Ukraina pada Selasa (8/7/2026) menyatakan, kedelapan kapal tersebut sedang mengangkut bahan bakar menuju Crimea ketika diserang pada malam hari.
Menurut pasukan drone Ukraina, seluruh kapal yang menjadi sasaran telah masuk daftar sanksi internasional dan masing-masing memiliki kapasitas sekitar 7.000 ton bobot mati (deadweight).
Baca Juga: Ukraina Klaim Serang Terminal Minyak Rusia di Laut Hitam Serangan ini memperpanjang operasi Ukraina terhadap armada bayangan Rusia. Sehari sebelumnya, Kyiv juga mengklaim telah menghantam dua kapal tanker lain di wilayah yang sama. Ukraina dalam beberapa pekan terakhir semakin gencar membidik infrastruktur logistik dan energi di Crimea. Tekanan tersebut dilaporkan memicu kelangkaan bahan bakar hingga mendorong otoritas setempat menetapkan status darurat di wilayah yang menjadi pusat logistik penting bagi operasi militer Rusia. "Serangan terhadap logistik angkatan laut musuh mempersulit pasokan bahan bakar dan amunisi yang dibutuhkan untuk mendukung operasi pasukan Rusia, terutama di wilayah Crimea yang diduduki sementara," tegas pasukan drone Ukraina.
Baca Juga: Drone Laut Hantam Kapal Tanker Rusia di Laut Hitam, Picu Ledakan Dekat Bosphorus Sebagai bukti operasi tersebut, militer Ukraina mengunggah rekaman hitam putih dari kamera drone yang memperlihatkan sejumlah kapal menjadi sasaran serangan dan terbakar. Namun,
Reuters belum dapat memverifikasi secara independen klaim maupun rekaman yang dirilis Ukraina. Crimea merupakan wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014, delapan tahun sebelum invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Hingga kini, semenanjung tersebut tetap menjadi salah satu pusat distribusi logistik dan militer terpenting bagi pasukan Rusia. Selain menyerang jalur pasokan di Crimea, Ukraina juga terus mendesak negara-negara Barat memperketat pengawasan terhadap armada bayangan Rusia. Kapal-kapal tersebut diduga digunakan untuk mengangkut minyak Rusia ke pasar internasional guna menghindari sanksi Barat dan menjaga aliran pendapatan Moskow.
Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Rusia, Moskow Murka dan Peringatkan Eskalasi Konflik Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina juga menggunakan drone laut untuk menyerang sejumlah kapal tanker pengangkut minyak Rusia di Laut Hitam. Di sisi lain, serangkaian ledakan misterius juga terjadi pada kapal tanker yang pernah berlabuh di pelabuhan Rusia. Kyiv belum pernah mengonfirmasi ataupun membantah keterlibatannya dalam insiden tersebut, meski sejumlah sumber keamanan maritim menduga Ukraina berada di balik serangan-serangan itu.