Ukraina Pesan Sekitar 1.000 Rudal Patriot, Perkuat Pertahanan Hadapi Serangan Rusia



KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina tengah mengontrak pasokan sekitar 1.000 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot yang dirancang Amerika Serikat. Pengadaan tersebut didukung oleh negara-negara sekutu serta pembiayaan melalui pinjaman dari Uni Eropa.

Menteri Pertahanan Ukraina Yevhenii Khmara menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Ukraine Defense Contact Group pada Selasa (8/9), seraya menekankan bahwa sebagian besar rudal yang dipesan baru akan dikirim dalam beberapa tahun mendatang.

Kondisi tersebut membuat Kyiv kembali mendesak negara-negara Barat untuk memberikan bantuan pertahanan udara yang lebih cepat guna menghadapi intensitas serangan Rusia.


Dalam pernyataan yang kemudian dipublikasikan Kementerian Pertahanan Ukraina, Khmara mengatakan Ukraina juga meminta mitra-mitra Barat untuk memasok rudal pertahanan udara dari persediaan mereka.

Sebagai imbalannya, Ukraina menawarkan peningkatan kinerja rudal berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani dengan Kyiv.

Baca Juga: AS Larang Impor Minuman Beralkohol, Motor, dan Produk Susu dari Kanada

Selain kebutuhan rudal pertahanan udara, Ukraina menghadapi persoalan pembiayaan untuk pengadaan drone. Khmara mengatakan terdapat kekurangan pendanaan sekitar US$27 miliar untuk memenuhi kebutuhan pasokan drone.

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebut Khmara dalam pertemuan tersebut juga memaparkan rencana pelaksanaan perang Ukraina yang telah mulai dijalankan. Rencana itu disertai daftar ancaman terbesar yang dinilai berasal dari Rusia.

Menurut Khmara, Rusia belum memperoleh keuntungan strategis di sepanjang garis depan yang membentang sekitar 1.200 kilometer. Namun, ia menilai Moskow berupaya menutupi kegagalan di medan perang melalui "teror terhadap warga Ukraina".

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Rusia kembali melancarkan serangan drone dan rudal hampir terus-menerus terhadap Kyiv pada Selasa, setelah sempat menghentikan serangan selama kunjungan para perunding perdamaian Amerika Serikat.

Baca Juga: Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur Gara-Gara Larangan Impor

Pejabat Ukraina mengatakan sedikitnya lima orang tewas di ibu kota akibat serangan tersebut. Korban jiwa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lainnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pertahanan udara Ukraina, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan sekutu Kyiv harus meningkatkan dukungan mereka.

Dalam pertemuan tersebut, Rutte mengatakan negara-negara sekutu Ukraina tidak memiliki pilihan selain memperkuat dukungan agar Kyiv mampu "memanfaatkan peluang yang kini diciptakannya di semua lini dan mempertahankan diri di udara".

Pernyataan Rutte menunjukkan bahwa pertahanan udara masih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak Ukraina, terutama untuk menghadapi serangan drone dan rudal Rusia yang