KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina pada hari Sabtu (15/8) menyatakan bahwa serangan jarak jauhnya telah menghantam sebuah pangkalan udara militer Rusia dan sebuah pusat roket yang menurut Kyiv mendukung jaringan internet satelit ala Starlink yang sedang dikembangkan Rusia. Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan rudal jelajah menghantam fasilitas roket tersebut, yang berjarak sekitar 900 km (560 mil) dari perbatasan Ukraina, sebagai bagian dari kampanye Kyiv untuk menekan Moskow agar mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dengan menargetkan lokasi jauh di dalam wilayah Rusia. "Penting agar potensi perang Rusia dikurangi. Perdamaian dibutuhkan, dan hal ini harus terlihat nyata di Rusia—melalui kerusakan konkret pada fasilitas-fasilitas tertentu," ujarnya dalam sebuah unggahan di X.
Baca Juga: Hanguskan 1.600 Hektar Lahan, Belgia Minta Bantuan Uni Eropa Padamkan Kebakaran Hutan Ia menyebutkan bahwa pangkalan udara tersebut menampung pesawat yang digunakan untuk menyerang Ukraina.
Serangan rudal besar-besaran
Staf Umum Ukraina menyatakan bahwa serangan telak tercatat baik di pangkalan udara di wilayah Nizhny Novgorod, Rusia, maupun di pusat roket dan antariksa Progress di wilayah Samara. Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran di kedua lokasi itu. Staf Umum menyebutkan bahwa pabrik di Samara memproduksi roket yang digunakan untuk meluncurkan satelit bagi jaringan pita lebar (broadband) Rassvet, yang sedang dikembangkan Rusia sebagai alternatif bagi Starlink milik SpaceX. Starlink beroperasi di Ukraina namun tidak di Rusia, dan telah memberikan keuntungan besar bagi Kyiv dalam operasi pesawat nirawak (drone) serta komunikasi di medan perang. Tidak ada konfirmasi mengenai serangan pangkalan udara tersebut dari pihak berwenang di Nizhny Novgorod. Di wilayah Samara, pejabat setempat menyatakan bahwa sistem pertahanan udara telah menghalau serangan rudal besar-besaran. "Infrastruktur industri Samara mengalami kerusakan di titik-titik tertentu," kata Ivan Noskov, kepala pemerintahan ibu kota wilayah tersebut, dalam sebuah unggahan daring, tanpa merinci lokasi mana yang terdampak. Ia menambahkan bahwa layanan darurat sedang bekerja di lokasi kejadian. Sebelumnya pada malam hari, gubernur wilayah Samara mengatakan sebuah rudal telah menghantam fasilitas industri yang tidak disebutkan identitasnya. Tujuh jam kemudian, sekitar pukul 12.15 waktu setempat, ia menyatakan bahwa layanan darurat masih menangani dampak kejadian tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Pusat Progress telah memainkan peran kunci dalam program antariksa Soviet dan Rusia, termasuk melalui produksi keluarga roket Soyuz. Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022. Meskipun kemajuan di medan perang melambat di sebagian besar garis depan tahun ini, menurut para analis, pasukan Rusia terus mendesak maju menuju kota-kota penting di wilayah Donetsk, Ukraina timur. Sementara itu, kedua belah pihak telah meningkatkan serangan jarak jauh terhadap berbagai sasaran.
Pada hari Sabtu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, pesawat nirawak (drone), rudal, dan artileri mereka telah menghantam pusat logistik serta infrastruktur bahan bakar, energi, dan transportasi yang digunakan oleh militer Ukraina, termasuk bengkel perakitan drone jarak jauh dan kapal drone. Fasilitas penyimpanan drone jarak jauh di wilayah Chernihiv, Ukraina, termasuk di antara sasaran yang terkena serangan, menurut kementerian tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan-laporan tersebut secara independen.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Xi Minta Tiongkok Perkuat Infrastruktur dan Peringatan Dini