KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) menilai masih maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pelemahan daya beli tentu dapat memberikan tekanan terhadap kualitas pembiayaan. Dalam konteks itu, Chief Executive Officer UKU Tony Jackson mengatakan pihaknya senantiasa memantau faktor tersebut dan sudah mengantisipasinya sejak awal. "Kemampuan bayar borrower sangat bergantung pada kepastian penghasilan, sehingga kondisi ketenagakerjaan menjadi salah satu faktor yang dipantau dalam pengelolaan risiko," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/10). Sejauh ini, Tony bilang kualitas portofolio UKU tetap terkendali. Per Agustus 2026, dia menerangkan angka tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 UKU berada di level 2,81% dan konsisten di bawah 4%.
UKU: PHK dan Pelemahan Daya Beli Berpotensi Menekan Kualitas Pembiayaan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) menilai masih maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pelemahan daya beli tentu dapat memberikan tekanan terhadap kualitas pembiayaan. Dalam konteks itu, Chief Executive Officer UKU Tony Jackson mengatakan pihaknya senantiasa memantau faktor tersebut dan sudah mengantisipasinya sejak awal. "Kemampuan bayar borrower sangat bergantung pada kepastian penghasilan, sehingga kondisi ketenagakerjaan menjadi salah satu faktor yang dipantau dalam pengelolaan risiko," ungkapnya kepada Kontan, Senin (5/10). Sejauh ini, Tony bilang kualitas portofolio UKU tetap terkendali. Per Agustus 2026, dia menerangkan angka tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 UKU berada di level 2,81% dan konsisten di bawah 4%.
TAG: