UKW Surabaya Proses Belajar Tanpa Henti untuk Jurnalisme Berkualitas



KONTAN.CO.ID - Surabaya - Uji Kompetensi Wartawan yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan Kompas Gramedia (KG) Media dengan dukungan Google di Hotel Amaris Margorejo Surabaya, Jawa Timur, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026), menjadi proses belajar tanpa henti demi jurnalisme berkualitas di Indonesia. Sebanyak 35 dari 45 peserta uji kompetensi dinyatakan kompeten, sementara 10 orang peserta masih dinyatakan belum kompeten.

Dari 45 peserta, masing-masing untuk jenjang utama sebanyak 9 orang (kategori siber), jenang madya 8 orang (6 siber, 2 televisi) dan jejang muda 28 orang (26 siber, 2 televisi). Untuk peserta yang dinyatakan belum kompeten,s semua berasal dari kategori siber dari jenjang madya sebanyak 3 orang dan jenjang muda 7 orang.

Ketua Dewan Kompetensi KG Media Tri Agung Kristanto dalam sambutan penutupan UKW, menyatakan masih ada kesemaptan bagi peserta yang belum kompeten untuk kembali mengikuti uji kompetensi dalam Waktu enam bulan ke depan. "Kepada yang dinyatakan kompeten, sekali lagi selamat. Untuk yang belum dinyatakan kompeten, tetap semangat, karena UKW ini bagian dari proses belajar tanpa henti untuk menciptakan jurnalisme berkualitas. Kita masih sama-sama belajar," ujar Tri Agung di Surabaya, Sabtu.


UKW di Surabaya ini melibatkan 8 orang penguji yang semuanya berasal dari Lembaga Uji Kompas. Menurut Tri Agung, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas saat ini menjadi salah satu Lembaga uji yang paling lengkap di Indonesia. "Lembaga Uji Kompas memiliki penguji paling lengkap untuk semua platform media, dari cetak, siber, televisi, hingga radio," ujar Tri Agung.

Setelah dari Surabaya, UKW yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan KG Media dengan dukungan Google, masih akan diselenggarakan di sejumlah kota-kota lain di Indonesia. "Di Ambon nanti kita akan bekerja sama dengan AJI dan PWI. Di Bali, kami nanti akan mengajak juga PWI, IJTI dan RRI," kata Tri Agung.

Surabaya menjadi kota keempat setelah Bekasi, Semarang dan Medan yang menjadi tuan rumah UKW dukungan Google bersama  Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas dan KG Media. Sebelumnya, dalam sambutan pembukaan UKW di Surabaya, Google News Partner Manager Yos Kusuma, secara khusus mengapresiasi UKW yang digelar Lembaga Uji Kompas dan KG Media. Menurut Yos, peran media sebagai salah satu pilar demokrasi dapat terjaga dengan memastikan kualitas para wartawannya. "Media itu kan memang pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sebagai salah satu pilar demokrasi, fungsi media ini terjaga kalau kualitas wartawannya juga terjaga melalui uji kompetensi ini," ujar Yos.

Saat mengumumkan hasil UKW di Surabaya, salah seorang penguji, Khaerudin menyebut bahwa peserta tidak boleh patah arang jika dinyatakan belum kompeten. Khaerudin yang juga merupakan wakil redaktur pelaksana Harian Kompas (kompas.id) sempat mencontohkan dirinya sendiri, yang juga pernah dinyatakan belum kompeten ketika mengikuti uji kompetensi di internal Harian Kompas.

"Uji kompetensi memang jadi proses belajar seorang wartawan untuk menjadi lebih profesional dan menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas. Jangan menyerah bagi yang belum kompeten, siapa tahu yang hari ini belum kompeten, suatu saat nanti malah berhasil menjadi salah satu penguji uji kompetensi wartawan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas wartawan dalam perkembangan teknologi terkini, terutama kecerdasan buatan atau AI, UKW yang digelar Lembaga Uji Kompas dan KG Media dengan dukungan Google secara khusus memberikan materi tentang manfaat penggunaan AI bagi kerja-kerja jurnalistik. Salah satu materi pra UKW yang diberikan kepada peserta adalah penggunaan Gemini Notebook, platform kecerdasan buatan Google yang dapat membantu kerja-kerja wartawan dalam menyarikan hingga mengolah berbagai sumber penulisan artikel maupun produk jurnalistik lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News