KONTAN.CO.ID - Harga minyak ditutup bervariasi pada Selasa (waktu setempat). Brent turun karena kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, sementara minyak mentah AS ditutup pada level tertinggi sejak 2022 menjelang tenggat waktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga kontrak berjangka Brent turun 50 sen, atau 0,5%, dan ditutup pada US$ 109,27 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 54 sen, atau 0,5%, dan ditutup pada US$ 112,95 per barel, jauh dari level tertinggi sesi ketika sempat naik lebih dari US$ 5 per barel. Biasanya WTI diperdagangkan dengan diskon dibanding Brent, namun kondisi ini berbalik di pasar saat ini, di mana barel untuk pengiriman lebih cepat dihargai lebih mahal. Kontrak acuan WTI adalah untuk pengiriman Mei, sedangkan Brent untuk pengiriman Juni.
Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak WTI Tertinggi Sejak 2022
KONTAN.CO.ID - Harga minyak ditutup bervariasi pada Selasa (waktu setempat). Brent turun karena kekhawatiran bahwa harga energi yang tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, sementara minyak mentah AS ditutup pada level tertinggi sejak 2022 menjelang tenggat waktu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz. Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, harga kontrak berjangka Brent turun 50 sen, atau 0,5%, dan ditutup pada US$ 109,27 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 54 sen, atau 0,5%, dan ditutup pada US$ 112,95 per barel, jauh dari level tertinggi sesi ketika sempat naik lebih dari US$ 5 per barel. Biasanya WTI diperdagangkan dengan diskon dibanding Brent, namun kondisi ini berbalik di pasar saat ini, di mana barel untuk pengiriman lebih cepat dihargai lebih mahal. Kontrak acuan WTI adalah untuk pengiriman Mei, sedangkan Brent untuk pengiriman Juni.
TAG: