UMKM Perempuan Membutuhkan Dukungan Lebih dari Sekadar Pembiayaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Perempuan memiliki peran besar dalam menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Namun, besarnya jumlah pelaku usaha perempuan belum sepenuhnya diikuti kemudahan mengembangkan bisnis. Terutama terkait pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Oktober 2025, sekitar 64,5% dari 65,5 juta UMKM di Indonesia dikelola perempuan. Jumlah wirausaha perempuan diperkirakan mencapai 37 juta orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, pelaku UMKM perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan untuk meningkatkan skala usaha. Selain keterbatasan modal, kemampuan mengelola bisnis, memanfaatkan teknologi digital, serta menjangkau pasar yang lebih luas menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.


Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut melalui program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026. Program bagian dari Grow with RupiahCepat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan, mulai dari pengelolaan bisnis hingga pemasaran digital.

Baca Juga: Negara ASEAN Geber Sektor Pariwisata, Perbaikan SDM Pariwisata Jadi Salah Satu Fokus

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pengembangan usaha perempuan.

“"Kami berharap dana bantuan pengembangan usaha serta kesempatan memperluas jaringan pasar dapat menjadi langkah nyata bagi para peserta untuk bertumbuh secara berkelanjutan,” ujar Anna, dalam rilis, Sabtu (7/11). 

Sebagai bagian dari program, RupiahCepat menyalurkan bantuan pengembangan usaha dengan total lebih dari Rp 30 juta kepada 10 peserta.

Pengembangan UMKM perempuan membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan. Peningkatan kemampuan mengelola usaha, pemanfaatan teknologi, serta terbukanya akses pasar juga menjadi faktor penting. Tujuannya agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News