Umumkan Pembagian Dividen Interim, Saham JTPE dan TOTO Naik, SKRN Malah Turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga emiten hari ini mengumumkan pembagian dividen interim. Ketiga emiten adalah PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO), dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN).

JTPE akan membagikan dividen interim Rp 102,78 miliar kepada pemegang saham. Dividen yang dibagikan ini setara dengan Rp 15 per saham.

Dengan harga saham JPTE yang ada di Rp 342 per saham pada Rabu (15/11), yield dividen interim Jasuindo sebesar 4,39%.


Besaran dividen interim yang dibagikan ini setara dengan 72,48% dari laba bersih Jasuindo per September 2023 yang mencapai Rp 141,8 miliar.

Baca Juga: Masuk UMA, Saham Jaya Trishindo (HELI) Tetap Melesat ke Auto Rejection Atas (ARA)

Lalu TOTO akan membagikan dividen interim Rp 92,88 miliar kepada pemegang saham. Dividen yang dibagikan ini setara dengan Rp 9 per saham.

Dengan harga saham TOTO yang ada di Rp 238 per saham pada Rabu (15/11), yield dividen interim Surya Toto sebesar 3,78%.

Besaran dividen interim yang dibagikan ini setara dengan 50,64% dari laba bersih Surya Toto per September 2023 yang mencapai Rp 183,42 miliar.

Baca Juga: Surya Toto (TOTO) Tebar Dividen Interim 50% dari Laba, Intip Jadwalnya

Sementara itu, SKRN akan membagikan dividen interim Rp 42,71 miliar kepada pemegang saham. Dividen yang dibagikan ini setara dengan Rp 6 per saham.

Dengan harga saham SKRN yang ada di Rp 645 per saham pada Rabu (15/11), yield dividen interim Superkrane  sebesar 0,93%.

Besaran dividen interim yang dibagikan ini setara dengan 24,45% dari laba bersih Superkrane per September 2023 yang mencapai Rp 174,66 miliar.

Baca Juga: Catat Jadwal Pembayaran Dividen Interim 2023 Superkrane (SKRN)

Pada hari ini, harga saham JTPE naik 3,01% ke level Rp 342 per saham. Lalu, saham TOTO juga berhasil naik tipis 0,85% menjadi Rp 238 per saham

Berbeda dengan dua emiten lainnya, saham SKRN justru merosot dan ditutup ke zona merah di akhir perdagangan hari ini, saham SKRN terkoreksi 5,88% atau 40 poin ke level Rp 640 per saham.

“Penyebabnya adalah price to earning ratio dari saham SKRN cukup tinggi, meskipun valuasinya cukup menarik,” kata Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta kepada Kontan.co.id, Rabu (15/11).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati