KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fasilitas kredit perbankan yang belum dicairkan atau
undisbursed loan masih menyimpan potensi untuk mendorong pertumbuhan kredit. Memang, realisasi pencairannya bergantung pada kebutuhan pembiayaan dan kesiapan debitur untuk berekspansi. Bank Indonesia (BI) mencatat
undisbursed loan perbankan mencapai Rp 2.562 triliun per September 2026. Nilai tersebut setara 21,7% dari total plafon kredit yang tersedia. Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, besarnya fasilitas kredit yang belum digunakan ini menunjukkan potensi pertumbuhan kredit masih terbuka.
Baca Juga: Penyaluran Kredit BCA Tembus Rp 1.063 Triliun, Ini Penopangnya "Potensi kenaikan kredit masih tinggi sejalan dengan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau
undisbursed loan yang tercatat Rp 2.562 triliun atau 21,7% dari plafon kredit yang tersedia," kata Destry dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2026). Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan, tingginya
undisbursed loan tidak selalu mencerminkan lemahnya permintaan kredit, tetapi juga menunjukkan masih adanya ruang pembiayaan untuk mendukung ekspansi dunia usaha. “Menjelang akhir tahun, kami tetap optimistis aktivitas investasi dan penyerapan kredit akan meningkat, meskipun pelaku usaha masih selektif mempertimbangkan prospek permintaan dan kondisi perekonomian,” ujar Efdinal kepada Kontan, Selasa (27/10/2026). PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan
undisbursed loan naik 25,99% yoy menjadi Rp 341,70 triliun per September 2026. Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama mengatakan, angka ini bisa menjadi ruang bagi bank untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi nasabah. "Bagi Bank Mandiri, fasilitas yang belum ditarik menjadi ruang untuk mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi nasabah. Pemanfaatannya mengikuti rencana usaha sehingga pencairan berjalan sesuai kebutuhan dana dan tahapan investasi," ujar Timothy dalam Paparan Kinerja Kuartal III, Jumat (23/10/2026). Timothy bilang, kesiapan dunia usaha untuk berekspansi cukup baik menjelang akhir 2026 hingga memasuki 2027. Peluang tersebut ditopang prospek sektor telekomunikasi dan kesehatan, serta ketahanan sektor makanan dan minuman, dan usaha terkait pemerintah.
Baca Juga: Transaksi Qlola BRI Tumbuh 32%, BRI Luncurkan Aplikasi Mobile Sementara itu, mengutip presentasi perusahaan pada Selasa (27/10), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat
undisbursed loan turun sekitar 1,22% yoy menjadi Rp 63,94 triliun per September 2026.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat
undisbursed loan secara bank only tercatat sebesar Rp 439,92 triliun per September 2026, turun 4,3% yoy. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA senantiasa mengelola
undisbursed loan dengan baik. "BCA mengelola dengan baik pembiayaan yang belum ditarik (
undisbursed loan) secara pruden," ujar Hera. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News