KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pakuwon Jati Tbk (
PWON) mencatat realisasi pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 717,4 miliar. Angka ini setara 47,8% dari total target sepanjang tahun 2026 sebesar Rp 1,5 triliun. Director of Business Development PWON Ivy Wong menyatakan, perusahaan melihat prospek penjualan di semester kedua cukup positif. Dengan pipeline produk dan berbagai strategi penjualan yang disiapkan, perusahaan masih berupaya mencapai target marketing sales yang dibidik sampai akhir tahun nanti. “Kami melihat momentum penjualan yang positif memasuki semester II, dengan kontribusi dari produk-produk yang memiliki demand yang baik,” ungkap Ivy, kepada KONTAN, Jumat (11/9/2026). Ia melihat masih terhadap peluang yang cukup besar untuk meningkatkan
sales conversion pada periode September–Desember, khususnya melalui peluncuran dan pemasaran produk-produk yang tepat serta dukungan berbagai pilihan pembiayaan.
Baca Juga: Industri Nikel Masih Tertekan, Efisiensi Menjadi Strategi PWON sendiri masih memiliki pipeline produk yang cukup solid, baik dari produk baru maupun proyek eksisting yang memiliki ruang untuk meningkatkan penjualan di sisa tahun ini.
Salah satu produk baru tersebut adalah Eluna Tower di Kota Kasablanka Phase 4 new extension. Ia menilai proyek ini berhasil mendapatkan respons positif dari segmen premium. Untuk menangkap peluang peningkatan penjualan tersebut, PWON memastikan setiap produk diluncurkan pada timing yang tepat, dengan
product positioning dan
pricing yang sesuai dengan
demand pasar. “Kami melihat pipeline tersebut memberikan support yang kuat terhadap pencapaian marketing sales 2026 sekaligus menjadi basis pertumbuhan untuk 2027 dan tahun-tahun berikutnya,” ucapnya. PWON juga terus memperkuat pemasaran dan
customer engagement dengan meningkatkan
visibility dan
awareness terhadap produk-produk perusahaan, termasuk dengan melakukan expo dan launching produk.
Strategi lain yang dijalankan antara lain, menyiapkan paket promosi sesuai karakteristik masing-masing proyek serta memperkuat kerja sama dengan perbankan untuk menyediakan skema pembayaran yang kompetitif. “Dengan
ecosystem Pakuwon yang kuat dan
customer base yang luas, kami optimistis strategi ini dapat membantu meningkatkan
conversion pada semester II,” sebut Ivy. Dari sisi belanja modal atau
capital expenditure (capex), PWON menyiapkan dana sebesar Rp 2,2 triliun, yang akan digunakan terutama untuk pengembangan proyek-proyek
existing, pembangunan
recurring income assets, serta ekspansi secara selektif.
Hingga semester I-2026, realisasi capex telah mencapai sekitar Rp412 miliar. Selanjutnya, capex akan terus meningkat sejalan dengan progres konstruksi dan
development pipeline pada semester II-2026.
Baca Juga: Antam (ANTM) Memperkuat Hilirisasi Nikel, Gelontorkan Proyek US$ 3,3 Miliar Ia menyatakan, PWON memiliki fleksibilitas dalam menentukan timing investasi. Capex akan direalisasikan mengikuti kesiapan masing-masing proyek dan kebutuhan pengembangan.
“Sehingga kami dapat menjaga efisiensi penggunaan modal sekaligus memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News