YOGYAKARTA. Uni Eropa berencana membentuk Fasilitas Investasi Asia atawa Asian Investment Facility (AIF). Lembaga tersebut merupakan wadah bagi negara-negara anggota Uni Eropa dalam meningkatkan investasinya di Asia, termasuk Indonesia.Komisioner Uni Eropa Bidang Pembangunan Andris Piebalgs menyatakan, pihaknya akan menyuntikkan modal awal sebesar € 10 juta untuk AIF. Modal tersebut akan bertambah berkali lipat seiring dengan kesanggupan negara-negara di Benua Biru itu memberikan bantuan."Kami sedang mencoba membuat fasilitas ini di kawasan Asia Tengah, mungkin akhir tahun ini sudah bisa berjalan," kata Pielbalgs di sela-sela Asia Europe Meeting (ASEM) II, Rabu (26/5).Pielbalgs menjelaskan, AIF bakal memberikan pinjaman dengan tingkat bunga rendah kepada negara-negara di Asia untuk membiayai pembangunan infrastruktur.Melalui AIF, menurut Pielbalgs, negara-negara Uni Eropa ingin berkontribusi nyata kepada Asia. Caranya, dengan menanamkan duitnya terutama di sektor energi terbarukan. "Investasi semacam ini merupakan harapan akan masa depan pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga hal tersebut perlu mendapat dukungan," ujarnya.Selain negara-negara Uni Eropa, Pielbalgs menambahkan, bank-bank asal Eropa juga akan menyuntikkan modal ke AIF. Nantinya, Uni Eropa akan bertindak sebagai pemberi garansi atas pinjaman yang disalurkan bank-bank tersebut ke negara-negara di kawasan Asia.Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S.Alisjahbana berharap, kerjasama Uni Eropa dengan Asia lewat AIF tersebut bisa mendorong percepatan pembangunan di benua terbesar di dunia tersebut. "Hal ini terkait penyelenggaraan ASEM yang bertujuan untuk mengembangkan kerjasama antarkedua kawasan, Eropa dan Asia," katanya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Uni Eropa Bentuk Lembaga Pendorong Investasi di Asia
YOGYAKARTA. Uni Eropa berencana membentuk Fasilitas Investasi Asia atawa Asian Investment Facility (AIF). Lembaga tersebut merupakan wadah bagi negara-negara anggota Uni Eropa dalam meningkatkan investasinya di Asia, termasuk Indonesia.Komisioner Uni Eropa Bidang Pembangunan Andris Piebalgs menyatakan, pihaknya akan menyuntikkan modal awal sebesar € 10 juta untuk AIF. Modal tersebut akan bertambah berkali lipat seiring dengan kesanggupan negara-negara di Benua Biru itu memberikan bantuan."Kami sedang mencoba membuat fasilitas ini di kawasan Asia Tengah, mungkin akhir tahun ini sudah bisa berjalan," kata Pielbalgs di sela-sela Asia Europe Meeting (ASEM) II, Rabu (26/5).Pielbalgs menjelaskan, AIF bakal memberikan pinjaman dengan tingkat bunga rendah kepada negara-negara di Asia untuk membiayai pembangunan infrastruktur.Melalui AIF, menurut Pielbalgs, negara-negara Uni Eropa ingin berkontribusi nyata kepada Asia. Caranya, dengan menanamkan duitnya terutama di sektor energi terbarukan. "Investasi semacam ini merupakan harapan akan masa depan pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga hal tersebut perlu mendapat dukungan," ujarnya.Selain negara-negara Uni Eropa, Pielbalgs menambahkan, bank-bank asal Eropa juga akan menyuntikkan modal ke AIF. Nantinya, Uni Eropa akan bertindak sebagai pemberi garansi atas pinjaman yang disalurkan bank-bank tersebut ke negara-negara di kawasan Asia.Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S.Alisjahbana berharap, kerjasama Uni Eropa dengan Asia lewat AIF tersebut bisa mendorong percepatan pembangunan di benua terbesar di dunia tersebut. "Hal ini terkait penyelenggaraan ASEM yang bertujuan untuk mengembangkan kerjasama antarkedua kawasan, Eropa dan Asia," katanya.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News