Uni Eropa Ingin Alihkan Triliunan Euro ke Investasi Produktif, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Menteri keuangan dari enam ekonomi terbesar Uni Eropa sepakat mendukung pengawasan pasar modal yang lebih terpusat di tingkat regional, sebuah langkah penting untuk memperdalam integrasi pasar modal Eropa yang selama ini terfragmentasi.

Kesepakatan tersebut dicapai oleh para menteri keuangan dari Germany, France, Italy, Poland, Spain, dan Netherlands setelah pertemuan di Berlin pada Kamis waktu setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari rencana European Union untuk mengalihkan triliunan euro tabungan masyarakat yang selama ini tersimpan di deposito bank menuju investasi yang lebih produktif di kawasan Eropa.


Baca Juga: Pasar Kendaraan Listrik AS Lesu, GM-LG Perpanjang Temporary Layoff Pekerja

Akses terhadap modal investasi dalam jumlah besar dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Eropa menghadapi United States dan China.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pengawasan terhadap infrastruktur pasar keuangan yang dianggap signifikan akan secara bertahap dialihkan ke European Securities and Markets Authority (ESMA) yang berbasis di Paris.

Selama ini, upaya pengalihan kewenangan pengawasan dari otoritas nasional ke tingkat Uni Eropa menghadapi hambatan akibat kepentingan domestik sejumlah negara anggota, termasuk penolakan dari Irlandia dan Luksemburg serta keraguan awal dari Jerman.

Namun, keputusan tersebut akan ditentukan melalui mekanisme qualified majority, yakni dukungan minimal dari 15 dari 27 negara anggota yang mewakili setidaknya 65% populasi Uni Eropa.

Dengan dukungan enam ekonomi terbesar Eropa yang mewakili sekitar 70% populasi Uni Eropa, peluang penerapan pengawasan terpusat kini dinilai semakin besar.

“Momen ketika enam ekonomi terbesar Uni Eropa bersedia meninggalkan kepentingan nasional masing-masing dan bergerak bersama merupakan sinyal penting bagi seluruh Uni Eropa,” kata Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeildalam pernyataannya.

Dalam dokumen bersama yang dilihat Reuters, para menteri juga menekankan bahwa struktur tata kelola ESMA harus dibangun secara efisien dengan mempertimbangkan keahlian, pengalaman pengawasan pasar, dan keseimbangan geografis.

Selain itu, biaya pengawasan harus tetap terkendali dan akuntabilitas lembaga perlu ditegakkan.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Kuasai 70% Gaza, Hamas Tuduh Israel Lakukan Pembersihan Etnis

Menteri Keuangan Spanyol Carlos Cuerpo mengatakan bahwa Eropa membutuhkan pasar modal yang lebih dalam dan terintegrasi di tengah ketidakpastian global saat ini.

“Posisi bersama ini merupakan langkah penting menuju terbentuknya serikat tabungan dan investasi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dokumen tersebut juga mengusulkan pemberian kewenangan lebih besar kepada ESMA dalam pengawasan perdagangan aset kripto serta pengurangan hambatan investasi lintas negara guna mempermudah pembiayaan perusahaan di kawasan Eropa.