KONTAN.CO.ID – BRUSSELS. Negara-negara anggota Uni Eropa akhirnya memberikan persetujuan final terhadap target iklim baru untuk memangkas emisi gas rumah kaca hingga 90% pada tahun 2040. Keputusan tersebut diambil pada Kamis (5/3/2026) dan menandai langkah lanjutan blok tersebut dalam menjalankan agenda iklim yang ambisius, meskipun menghadapi berbagai resistensi politik dari sejumlah negara anggota. Target iklim baru ini merupakan kompromi politik yang dicapai melalui negosiasi panjang antara pemerintah negara anggota dan para legislator Uni Eropa pada tahun lalu. Target tersebut bahkan dinilai lebih ambisius dibandingkan komitmen pengurangan emisi yang dibuat oleh banyak ekonomi besar dunia, termasuk China.
Dalam praktiknya, target tersebut mewajibkan industri di kawasan Uni Eropa untuk memangkas emisi hingga sekitar 85% dibandingkan tingkat emisi pada tahun 1990.
Baca Juga: Negara Barat Desak Ghana Batalkan Kenaikan Royalti Emas Sementara itu, untuk mencapai total penurunan emisi sebesar 90%, Uni Eropa akan memanfaatkan mekanisme kredit karbon internasional dengan membayar negara-negara berkembang agar mengurangi emisi atas nama Eropa. Kesepakatan ini dicapai setelah berbulan-bulan perdebatan di antara negara anggota. Negara seperti Spanyol mendorong target yang lebih ambisius dengan alasan meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan akibat perubahan iklim. Sebaliknya, negara seperti Polandia dan Italia meminta target yang lebih longgar dengan alasan industri domestik yang sedang menghadapi tekanan ekonomi tidak mampu menanggung investasi awal yang besar untuk transisi energi hijau. Pada akhirnya, mayoritas kuat para menteri dari negara anggota Uni Eropa memberikan persetujuan formal terakhir dalam pertemuan di Brussels. Namun demikian, beberapa negara tetap menolak keputusan tersebut, yakni Republik Ceko, Slovakia, Polandia, dan Hungaria. Dengan persetujuan tersebut, target pengurangan emisi ini akan resmi dimasukkan ke dalam hukum Uni Eropa.
Baca Juga: Ekspor Perhiasan dan Impor Berlian India Terganggu Akibat Eskalasi Konflik Iran Sebagai bagian dari kesepakatan, Uni Eropa juga akan mempertimbangkan penggunaan kredit karbon internasional untuk memenuhi tambahan hingga 5% dari target pengurangan emisi pada 2040. Skema ini berpotensi mengurangi beban upaya pengurangan emisi yang harus dilakukan secara domestik. Selain itu, kesepakatan juga mencakup penundaan peluncuran pasar karbon baru Uni Eropa yang sensitif secara politik selama satu tahun, dari rencana awal menjadi tahun 2028. Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran sejumlah negara yang skeptis terhadap target iklim tersebut. Target baru ini dirancang untuk menjaga Uni Eropa tetap berada di jalur menuju komitmen mencapai emisi nol bersih (net-zero emissions) pada tahun 2050. Namun demikian, target tersebut masih berada di bawah rekomendasi para penasihat ilmiah iklim Uni Eropa yang sebelumnya menyarankan pengurangan emisi domestik sebesar 90% secara penuh. Selain itu, target tersebut juga lebih rendah dibandingkan rencana awal yang diusulkan oleh Brussels. Hal ini mencerminkan perbedaan pandangan di antara pemerintah negara anggota terkait kecepatan dan biaya yang harus ditanggung dalam menjalankan agenda transisi energi hijau di kawasan tersebut.