Uni Eropa Resmikan Platform Pembelian Mineral Kritis, Kurangi Ketergantungan ke China



KONTAN.CO.ID - Uni Eropa (EU) pada Senin (13/4/2026) resmi meluncurkan operasional bagian mineral kritis dalam platform pengadaan energi dan material. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi pembeli di kawasan Eropa serta mengurangi ketergantungan terhadap China sebagai produsen dominan.

Mengutip Reuters, platform tersebut dirancang dengan cara menggabungkan permintaan pembelian dari berbagai perusahaan Eropa, sehingga daya tawar pembeli meningkat dan akses pasokan mineral strategis menjadi lebih terjamin.

Platform ini merupakan bagian dari strategi RESourceEU yang diumumkan pada Desember lalu, guna membangun rantai pasok rare earth (tanah jarang) dan mineral strategis lainnya yang dibutuhkan untuk transisi energi serta kebutuhan pertahanan.


China saat ini menguasai hingga 90% produksi global di sektor tersebut.

Mulai dibuka untuk pengajuan pembeli

Juru bicara Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa platform "Energy and Raw Materials Platform" telah dibuka untuk pengajuan dari para pembeli mulai Senin. Tahap ini merupakan fase pertama dari proses yang akan berlangsung selama beberapa bulan.

Platform ini berfungsi menghubungkan pembeli dengan pemasok, namun proses finalisasi transaksi tetap dilakukan langsung oleh kedua pihak.

Baca Juga: Trump Unggah Foto AI Mirip Yesus, Kemudian Dihapus Setelah Tuai Kecaman

Putaran pertama penghubungan antara pembeli dan penjual akan dimulai pada 13 April. Tahap awal ini akan fokus pada rare earth serta bahan baku untuk baterai dan pertahanan yang tersedia segera maupun dalam waktu dekat.

Hasil dari putaran pertama ini dijadwalkan diumumkan pada September.

Platform senilai 9 juta euro

Tahun lalu, Uni Eropa menunjuk PriceWaterhouseCoopers (PwC) dan sebuah perusahaan perangkat lunak asal Slovakia untuk mengembangkan platform senilai 9 juta euro tersebut.

Platform itu memiliki mekanisme terpisah untuk komoditas bahan baku strategis, hidrogen, serta produk energi seperti gas alam dan biomethane.

Sebelumnya, platform ini telah lebih dulu berjalan untuk komoditas hidrogen. Pengajuan dimulai pada November dan hasilnya diumumkan pada 1 April, dengan 273 kecocokan transaksi (match-up) antara pembeli dan penjual.

Target EU: tak bergantung pada satu negara lebih dari 65%

Strategi RESourceEU bertujuan mempercepat implementasi Critical Raw Materials Act (CRMA) yang disahkan pada 2023.

Melalui kebijakan tersebut, Uni Eropa ingin mempercepat pembangunan rantai pasok internal agar tidak bergantung pada satu negara untuk lebih dari 65% kebutuhan mineral kritisnya.

Tonton: 90% Warga Indonesia Khawatir Diserang! Tapi Siap Perang Bela NKRI

EU juga menetapkan target ambisius pada 2030, yaitu:

  • 10% kebutuhan tahunan mineral kritis ditambang di dalam negeri
  • 25% dipenuhi dari hasil daur ulang
  • 40% diproses di dalam wilayah Uni Eropa
Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya EU memperkuat ketahanan energi dan industri hijau, sekaligus mengantisipasi risiko geopolitik dalam pasokan mineral strategis global.