Uni Eropa Siap Dukung Investasi Transportasi Berkelanjutan di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transportasi berkelanjutan menjadi kunci memperkuat pertumbuhan ekonomi, memperluas konektivitas, dan mempercepat transisi hijau Indonesia. Pengembangan transportasi rendah emisi dan terintegrasi tidak hanya menekan dampak lingkungan, tetapi juga membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi, dan meningkatkan daya saing daerah. 

Oleh karena itu, Uni Eropa berkomitmen mendukung investasi pengembangan transportasi berkelanjutan di Indonesia melalui inisiatif Global Gateway. Hal itu disampaikan H.E. Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dalam forum Indonesia–Europe Roundtable on Sustainable Transport Development di  RailwayTech Indonesia 2026.

“Melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur transportasi modern, tangguh, dan rendah karbon melalui investasi, berbagi keahlian, serta penguatan kemitraan jangka panjang dengan Indonesia,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).


Baca Juga: Investasi RI Mencapai Rp 1.010 Triliun, Rosan Ungkap Pergeseran Investor Asing

Global Gateway merupakan strategi Uni Eropa yang diluncurkan sejak 2021 untuk memperkuat konektivitas yang cerdas, bersih, dan aman di sektor digital, energi, dan transportasi, serta mendukung penguatan sistem kesehatan, pendidikan, dan riset di berbagai belahan dunia. Global Gateway sudah menggerakkan investasi sebesar €306 miliar.

Sementara itu, Oliver Sperling, Designated Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, menyampaikan bahwa Jerman dan Indonesia memiliki kemitraan yang kuat dalam pengembangan infrastruktur transportasi. 

Ia menegaskan kesiapan perusahaan Jerman dan Eropa untuk mendukung transformasi mobilitas berkelanjutan Indonesia melalui teknologi inovatif, keahlian, serta solusi ramah lingkungan, termasuk melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).  

“Forum dialog seperti roundtable menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama dan mendorong investasi dalam pembangunan sistem transportasi publik yang efisien, andal, dan berkelanjutan,” kata Oliver.

Baca Juga: Investasi Asing ke RI Naik 17,3% Capai Rp 507,6 T, Singapura dan Hongkong Terbesar

Forum Indonesia–Europe Roundtable on Sustainable Transport Development mempertemukan pemangku kepentingan Indonesia dan Eropa untuk mempercepat transformasi transportasi berkelanjutan.

Digelar oleh Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) bersama Uni Eropa, Pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank, forum ini membahas integrasi transportasi multimoda, pengembangan kawasan berbasis transit (TOD), pembiayaan infrastruktur, serta inovasi rendah karbon.

Forum ini menegaskan komitmen Uni Eropa untuk memperkuat konektivitas yang berkelanjutan melalui investasi strategis, alih teknologi, dan kemitraan jangka panjang. Salah satu contoh nyata dari kerja sama tersebut adalah kontribusi penting Jerman dalam pengembangan transportasi perkotaan di Indonesia melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

Proyek yang dilaksanakan oleh KfW Development Bank ini menyediakan pendanaan sebesar €236 juta untuk tahap pertama guna memodernisasi dan mengelektrifikasi jalur komuter Surabaya–Sidoarjo, sehingga mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News