KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Uni Eropa diperkirakan akan menyepakati penghapusan bea impor bagi barang-barang asal Amerika Serikat (AS). Keputusan ini diambil guna mematuhi kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan AS tahun lalu dan menghindari ancaman tarif lebih tinggi dari Presiden AS Donald Trump.
Reuters melaporkan, saat ini para negosiator dari parlemen dan dewan negara-negara anggota Uni Eropa tengah melakukan pertemuan terkait kesepakatan tarif tersebut. Pertemuan dimulai pukul 9 malam waktu setempat, Senin (18/5/2026), atau sekitar pukul 2 dinihari waktu Indonesia barat. Para anggota parlemen Uni Eropa yang terlibat dalam negosiasi yakin kesepakatan akan tercapai pada Selasa malam atau Rabu pagi.
Baca Juga: Balas Ancaman Trump, Uni Eropa Kaji Tarif Bagi Barang Asal AS Senilai € 93 miliar Sebelumnya, berdasarkan ketentuan kesepakatan yang dicapai di resor golf Turnberry milik Trump di Skotlandia Juli lalu, Uni Eropa setuju menghapus bea impor barang-barang industri asal AS. Kelompok negara benua biru ini juga sepakat memberikan akses preferensial kepada hasil pertanian dan perikanan AS. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mengenakan tarif sebesar 15% pada sebagian besar barang Uni Eropa.
Baca Juga: Iran Ajukan Proposal Damai ke AS, Minta Ganti Rugi Perang dan Tarik Pasukan AS Namun, hampir 10 bulan kemudian, Parlemen dan Dewan Eropa, badan yang mewakili pemerintah Uni Eropa, masih harus menyepakati teks legislatif sebelum pengurangan bea masuk Uni Eropa dapat diberlakukan. Kesepakatan terhambat lantaran para negosiator belum bisa menyepakati pasal terkait perlindungan jika Trump mengingkari perjanjian tersebut. Para pembuat undang-undang Uni Eropa menginginkan perlindungan yang lebih ketat, termasuk klausa matahari terbit. Ini adalah klausa di mana Uni Eropa hanya akan memotong bea masuk ketika Amerika Serikat memenuhi bagiannya dalam kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Ekonomi Jepang: Tumbuh Kuat, Tapi Krisis Energi Siap Menghantam Selain itu para pembuat aturan juga ingin ada ketentuan yang bisa menangguhkan kesepakatan jika AS melanggar ketentuan. Ada juga pembahasan soal klausa matahari terbenam, yakni klausa untuk mengakhiri konsesi tarif Uni Eropa pada 31 Maret 2028. Tapi, Pemerintah Uni Eropa kurang tertarik untuk memasukkan hal-hal tersebut, karena khawatir hal itu dapat memicu permusuhan pemerintahan Trump dan menciptakan ketidakpastian bagi bisnis Uni Eropa.
Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif yang jauh lebih tinggi pada barang-barang Uni Eropa, termasuk mobil, jika Uni Eropa tidak melaksanakan komitmen kesepakatan perdagangannya pada 4 Juli.
Baca Juga: Xi Akan Sambut Putin di Beijing, China Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Rusia Para anggota parlemen Uni Eropa telah dua kali menunda legislasi yang diperlukan, yakni setelah ancaman Trump untuk mengenakan tarif baru pada sekutu Eropa yang tidak mendukung usulan akuisisi Greenland dan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif globalnya. Dengan asumsi kesepakatan tercapai, maka Uni Eropa seharusnya dapat memenuhi batas waktu 4 Juli yang ditetapkan Trump. Pemungutan suara persetujuan akhir di Parlemen Eropa yang diharapkan tercapai pada pertengahan Juni.