KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk memperkuat inovasi di bisnis perawatan rambut dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Melalui brand Dove Hairfall Control, Unilever memperkenalkan platform
Dove Scalp + Hair AI Analysis yang ditujukan untuk membantu konsumen memahami kondisi kulit kepala dan rambut secara lebih personal. Platform tersebut diperkenalkan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Yogyakarta, Jumat (14/8/2026).
Pengembangan platform ini dilakukan melalui kolaborasi Dove Hairfall Control dengan PERDOSKI Cabang Jakarta. Platform berbasis AI tersebut menggunakan pendekatan
self-assessment yang dirancang dan divalidasi oleh dermatolog untuk membantu melakukan skrining awal terhadap kondisi kulit kepala dan rambut rontok. Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengunggah foto close-up kondisi kulit kepala sesuai dengan panduan yang tersedia. Pengguna kemudian diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kulit kepala, tingkat kerontokan rambut, hingga faktor yang berpotensi menjadi pemicu.
Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) Bantah Rumor Divestasi Buavita Hasil asesmen akan memberikan laporan mengenai kondisi kesehatan kulit kepala dan rambut, analisis jenis kulit kepala, serta rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan hasil skrining. Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV mengatakan, pendekatan terhadap masalah rambut rontok selama ini masih kerap berfokus pada kondisi batang rambut. "Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa 80% rambut rontok berasal dari kulit kepala. Sebagai satu-satunya bagian 'hidup' dari rambut, kondisi kulit kepala yang terganggu dan tidak ternutrisi dengan baik akan berujung pada kesehatan rambut yang buruk dan memicu kerontokan yang lebih parah," ujar Sofiah dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026). Ia menilai kondisi kulit kepala setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, perawatan rambut rontok juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. "Karena setiap orang memiliki karakteristik kulit kepala yang berbeda, penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. Diperlukan skrining sejak dini sebagai langkah penting untuk memahami penyebab rambut rontok sehingga masyarakat dapat memilih perawatan yang paling sesuai dan mencegah kondisinya menjadi semakin berat," lanjutnya. PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026 sendiri mempertemukan lebih dari 2.000 tenaga medis dari seluruh Indonesia. Salah satu sesi ilmiah dalam agenda tersebut membahas pentingnya deteksi dini dan pendekatan yang lebih personal dalam menangani masalah rambut rontok.
Baca Juga: Industri Skincare Menangkap Pergeseran Tren dari Kulit Putih ke Kulit Sehat Selain mengembangkan platform digital, Unilever juga mengembangkan portofolio produk Dove Hairfall Control dengan pendekatan perawatan mulai dari kulit kepala hingga batang rambut. Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia Matthew Seal, M.Sc. mengatakan rangkaian Dove Hairfall Control dikembangkan dengan konsep
From Scalp to Strands. Menurut dia, rangkaian tersebut memiliki tiga manfaat utama, yakni membantu mengurangi rambut rontok dari akar, memperkuat serat rambut, serta mendukung pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat. "Terbukti secara klinis, penggunaan secara rutin dapat membantu mengurangi rambut rontok dan mendukung pertumbuhan rambut baru hingga 2.700 helai dalam empat minggu, dibandingkan tanpa penggunaan," kata Matthew. Rangkaian Dove Hairfall Control mencakup shampo, kondisioner, creambath, hair tonic, serta Bi-Phase Serum + Oil yang menggunakan teknologi Dynazinc Complex+. Unilever juga menyesuaikan sejumlah produk dengan kondisi kulit kepala yang berbeda. Empat varian yang ditawarkan menggunakan kandungan skincare yang berbeda, yakni Biotin untuk kulit kepala normal hingga kering, Micellar untuk kulit kepala berminyak, Niacinamide untuk kulit kepala yang rentan berketombe, serta Hyaluron untuk kulit kepala sensitif. Seluruh varian tersebut juga diperkaya Ceramide yang ditujukan untuk membantu memperkuat lapisan pelindung kulit kepala. Dove Hairfall Control juga menyebut 85% ahli dermatologi setuju bahwa rangkaian perawatan rambut rontok dengan teknologi Dynazinc Complex+ dapat membantu mengatasi masalah rambut rontok dari kulit kepala. Ke depan, Unilever melalui Dove Hairfall Control akan memperluas edukasi mengenai perawatan rambut rontok melalui kolaborasi dengan Watsons sebagai mitra ritel. Edukasi mengenai penanganan rambut rontok serta penggunaan platform
Dove Scalp + Hair AI Analysis akan dilakukan di sejumlah gerai Watsons pilihan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan skrining awal terkait kondisi kulit kepala. Matthew mengatakan, pengembangan platform berbasis AI menjadi bagian dari upaya Unilever menghadirkan pendekatan yang lebih personal dalam kategori perawatan rambut. "Kehadiran Dove Scalp + Hair AI Analysis dan rangkaian inovasi Dove Hairfall Control menjadi bagian dari upaya kami dalam mempersembahkan solusi yang lebih personal, mudah diakses, dan didukung bukti ilmiah," pungkasnya.
Baca Juga: Grup Djarum Dikabarkan Incar Akuisisi Kecap Bango, Unilever Belum Berkomentar Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News