Unilever Pertimbangkan Lepas Bisnis Makanan, Apa Alasannya?



KONTAN.CO.ID - Raksasa barang konsumsi global, Unilever, dikabarkan tengah mempertimbangkan pemisahan bisnis makanan sebagai bagian dari strategi perampingan perusahaan.

Melansir Reuters yang mengutip laporan Bloomberg, Selasa (17/3/2026), langkah ini masih berada pada tahap awal. Perusahaan disebut sedang mengevaluasi berbagai opsi untuk menyederhanakan struktur bisnisnya.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Unilever juga sempat mempertimbangkan penjualan sejumlah merek legendaris asal Inggris seperti Marmite, Colman's, dan Bovril. Langkah ini bertujuan untuk mengalihkan fokus ke segmen yang lebih menguntungkan, yakni produk kecantikan dan kesehatan.

Permintaan Melemah, Pola Konsumsi Berubah


Tekanan terhadap bisnis makanan tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen global. Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, banyak konsumen mulai menekan pengeluaran dan beralih ke produk dengan harga lebih murah.

Selain itu, tren penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 juga disebut turut menekan konsumsi makanan secara keseluruhan.

Dalam laporan tersebut, Unilever disebut tengah berdiskusi dengan para penasihat untuk mengkaji sejumlah skenario, mulai dari memisahkan sebagian besar bisnis makanan, hingga hanya mempertahankan merek-merek unggulan dan melepas sisanya.

Namun, keputusan final belum akan diambil dalam waktu dekat. Jika pun terealisasi, langkah ini diperkirakan baru terjadi paling cepat pada 2027. Perusahaan juga masih memiliki opsi untuk mempertahankan struktur bisnis saat ini.

Baca Juga: Trump Tunda Kunjungan ke Beijing, Konflik Iran Hambat Normalisasi AS–China

Nilai Bisnis Bisa Capai Puluhan Miliar Dolar

Jika pemisahan ini benar-benar dilakukan, nilai bisnis makanan Unilever diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS.

Penjualan merek seperti Marmite, Colman’s, dan Bovril akan menjadi salah satu langkah divestasi terbesar sejak Fernando Fernandez menjabat sebagai CEO pada Februari 2025. Ia diketahui memiliki mandat untuk mempercepat transformasi dan pemulihan kinerja perusahaan.

Tonton: Pemerintah Siapkan Pemangkasan Anggaran! Harga Minyak Dunia Jadi Ancaman APBN

Hingga saat ini, Unilever belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.