Unilever Resmi Investasi di KEK Sei Mangkei, Proyek Dimulai Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan investasi baru dari Unilever Global di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, akan segera memasuki tahap pelaksanaan. 

Perusahaan multinasional tersebut dijadwalkan memulai pembangunan fasilitasnya pada Agustus 2026 setelah menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu mata rantai penting dalam jaringan pasok globalnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, mengatakan proyek tersebut merupakan investasi yang telah memasuki tahap realisasi. 


Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan berlangsung bulan depan dan akan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Pabrik Sabun Turki Rp 2 T Beroperasi Di KEK Sei Mangkai Simalungun, Cek UMK 2026

"Unilever Global akan menjadikan Sei Mangkei sebagai hub untuk global value chain-nya. Bulan depan sudah akan groundbreaking, riil itu. Betul-betul realisasi investasi, bukan hanya komitmen," kata Susiwijono kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan KEK Sei Mangkei sebagai bagian dari rantai pasok global Unilever didukung oleh lokasi kawasan yang dinilai strategis. 

KEK tersebut berada di dekat jalur pelayaran internasional Selat Malaka sehingga memiliki keunggulan dari sisi konektivitas logistik dan distribusi.

Menurut Susiwijono, posisi tersebut membuat Sei Mangkei semakin menarik bagi perusahaan global yang ingin mengembangkan jaringan produksi dan distribusi di kawasan Asia.

"Jadi sudah bagus posisinya sehingga dipercaya oleh grup Unilever Global menjadi salah satu titik global value chain-nya," ujarnya.

Kinerja KEK Sei Mangkei juga terus menunjukkan perkembangan positif. 

Sejak resmi ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pada 2012 hingga triwulan I-2026, kawasan tersebut telah membukukan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp 31,8 triliun.

Baca Juga: Investasi Rp 10 Triliun Masuk KEK Gresik, Pabrik Melamin Pertama Mulai Dibangun

Selain menarik investasi, KEK Sei Mangkei juga telah menciptakan 14.689 lapangan kerja. Pemerintah menilai capaian tersebut memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu pusat industri berbasis hilirisasi yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di pasar global.

Sebagai tambahan, KEK Sei Mangkei ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2012 pada tanggal 27 Februari 2012 dan merupakan KEK pertama di Indonesia yang telah diresmikan beroperasi oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015. 

KEK Sei Mangkei yang berlokasi di Provinsi Sumatera Utara memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata dan logistik. 

KEK Sei Mangkei difokuskan untuk menjadi pusat pengembangan industri kelapa sawit dan karet hilir berskala besar dan berkualitas internasional. Sebagai kawasan industri yang berada di sentra bahan baku berbasis agro dan dekat dengan Selat Malaka, KEK Sei Mangkei juga memiliki bisnis pendukung yaitu logistik dan pariwisata. 

Dengan total luas lahan sebesar 2.002,7 ha, KEK Sei Mangkei terbuka akan potensi industri lainnya terutama di sektor hilir dengan nilai tambah yang tinggi. KEK Sei Mangkei didukung dengan infrastruktur di dalam dan luar kawasan. Akses dari KEK Sei Mangkei ke jalan lintas Sumatera kurang lebih 10 km, jarak ke Pelabuhan Kuala Tanjung kurang lebih 40 km dan jarak ke Bandara Internasional Kualanamu kurang lebih 110 km.KEK Sei Mangkei ini diproyeksikan dapat menarik total investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 83.304 orang pada tahun 2031.

Baca Juga: Realisasi Investasi di KEK Tembus Rp 353 Triliun hingga Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News