Unilever (UNVR) Turut Merasakan Dampak Penurunan Penjualan Ecommerce



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turut merasakan dampak dari beberapa B2B dan B2C e-eommerce yang tutup pada akhir tahun lalu.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, penjualan UNVR di kuartal II-2023 masih terkena dampak dari tutupnya beberapa pemain B2B dan B2C e-commerce pada akhir tahun lalu. Efek ini mempengaruhi penjualan Unilever di semester I-2023. UNVR mencermati dampaknya akan lebih minimum pada semester kedua 2023.

Unilever mencatatkan penurunan penjualan 5,45% menjadi Rp 20,29 triliun pada semester pertama 2023. Pada semester pertama tahun lalu, penjualan UNVR sebesar Rp 21,46 triliun.


Sedangkan laba bersih UNVR merosot 19,55% secara tahunan menjadi Rp 2,75 triliun pada semester I 2023. Pada periode yang sama tahun 2022, laba UNVR mencapai Rp 3,42 triliun.

Baca Juga: Unilever (UNVR) Ungkap Strategi Untuk Meningkatkan Profitabilitas

“Kami siap dengan strategi yang terarah untuk membangun bisnis yang lebih sehat di masa depan dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul. Kami percaya bahwa pendekatan ini akan memperkuat fundamental bisnis kami, meningkatkan daya saing, dan menghasilkan pertumbuhan jangka panjang,” kata Ira, Senin (24/7).

UNVR meningkatkan pangsa volume di pasar pada semester I 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan dukungan dari kategori-kategori utama seperti oral care, skin cleansing, soy sauce, and soup stock, dishwash, dan fabric cleaning.

Untuk memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand utamanya, UNVR berusaha untuk menempatkan investasi yang kompetitif dalam mengkomunikasikan merek-mereknya kepada konsumen. Dalam hal ekspansi portofolio, UNVR berhasil meningkatkan kontribusi pada premium segment sebesar lebih dari 27% dari penjualan domestik di kuartal II.

Baca Juga: Inflasi Menekan Daya Beli Konsumen, Begini Strategi Unilever (UNVR)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati