Unit bisnis kereta Bombardier bakal masuk bursa



TORONTO. Produsen pesawat dan kereta api asal Kanada, Bombardier Inc., berencana melepas sebagian saham anak usahanya lewat mekanisme penawaran saham ke publik alias initial public offering (IPO).

Meski tidak ada kepastian kapan rencana tersebut akan direalisasikan, namun manajemen Bombardier berharap, eksekusi IPO anak usaha yang bergerak dibidang perkeretaapian tersebut bisa berlangsung tahun ini.

Sumber Bloomberg yang mengetahui rencana ini menyatakan, Bombardier telah menunjuk UBS Group AG dan Citigroup Inc. sebagai penasihat dalam rencana IPO itu. Sang sumber yang tidak ingin disebut identitasnya mengatakan, valuasi bisnis perkeretaapian Bombardier, yang digawangi Bombardier Transportation, diperkirakan mencapai US$ 5 miliar. "IPO mungkin akan berlangsung di Jerman, tempat dimana bisnis kereta api Bombardier bermarkas," tutur sumber Bloomberg, Kamis (16/4).


Banyak yang menilai bahwa rencana IPO bisnis kereta api Bombardier sudah cukup tepat. Sebab, bisnis ini merupakan usaha yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Berdasarkan catatan Bloomberg, usaha perkeretaapian Bombardier yang memproduksi lokomotif, subways cars serta peralatan kontrol dan sinyal, hingga akhir tahun 2014 bisa membukukan laba bersih sebesar US$ 429 juta.

Sebaliknya, usaha pesawat terbang Bombardier tahun 2014 justru mencetak kerugian sebesar US$ 995 juta. Anthony Scilipoti, analis dari Veritas Investment Research Corporation yang berbasis di Toronto mengatakan, pemisahan unit usaha ini ke depan akan membuat Bombardier fokus mengelola bisnis kedirgantaraannya.

Dan untuk saat ini, Scilipoti menyarankan investor menjual saham Bombardir yang ada di bursa. Sayang manajemen Bombardier, Citigroup, dan UBS menolak memberikan penjelasan terkait isu ini. Hingga Rabu (15/4), saham Bombardier naik 3,1% dari hari sebelumnya ke level C$ 2,68 per saham.

Saat ini, harga saham Bombardier boleh dibilang terpuruk, setelah sejak awal tahun turun hingga 35% akibat sejumlah program bisnis kedirgantaraan yang tidak berjalan mulus. Semisal, peluncuran pesawat jet seri C yang dianggap sudah terlambat, ditambah suspensi program pesawat penumpang Learjet 85.