United Tractors (UNTR) Sebut Tambang Emas Doup Produksi pada 2029



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT United Tractors Tbk (UNTR) mengungkapkan tambang emas Doup yang dikelola oleh PT Arafura Surya Alam (ASA) akan mulai produksi dan menjual emas pada tahun 2029.

President Director UNTR, Iwan Hadiantoro mengatakan tambang tersebut baru diakuisisi perseroan pada Februari 2026 lalu. Sejak itu, perusahaan fokus menjalankan tiga aktivitas utama sepanjang tahun 2026.

Pertama, UNTR tengah mengurus sejumlah perizinan, termasuk feasibility study dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), yang ditargetkan rampung pada tahun ini. 


Kedua, UNTR juga tengah menyusun detailed engineering design untuk processing plant yang akan dibangun di ASA, dengan proses yang saat ini masih berlangsung. 

Ketiga, perusahaan melakukan pembebasan lahan secara bertahap atas area konsesi yang akan menjadi lokasi penambangan ke depannya.

Baca Juga: Laba UNTR Anjlok 88%, Diversifikasi Bisnis dan Harga Emas Bisa Jadi Penyelamat

"Jadi fokus kita mungkin untuk tahun 2026 sampai 2028 ke depan adalah untuk penyelesaian pembangunan infrastruktur processing plant di ASA ini, dan kita harapkan tambangnya bisa mulai berproduksi, menghasilkan dan menjual emas pada tahun 2029 nanti, Senin (7/9/2026).

Sebagai informasi, pada 11 Februari 2026 lalu, UNTR mengumumkan anak usahanya, yaitu PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), telah menyelesaikan rencana transaksi akuisisi Tambang Emas Doup yang dikelola entitas usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB). 

Transaksi tersebut telah disepakati melalui Perjanjian Jual Beli Bersyarat antara UNTR melalui DTN dengan PT J Resources Nusantara (JRN) untuk pembelian 99,99996% saham ASA milik JRN pada September 2025 silam. Pada waktu yang sama, UNTR melalui EPN juga menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan Jimmy Budiarto untuk pembelian 0,00004% saham ASA yang dimiliki Jimmy dan 0,2% saham PT Mulia Bumi Persada (MBP) yang juga dimiliki Jimmy.

Total nilai perusahaan (enterprise value) dalam transaksi ini tercatat sebesar US$ 540 juta. Nilai tersebut termasuk nilai pembelian saham dan nilai utang pemegang saham dari JRN kepada ASA, serta nilai bersih atas pembelian saham nantinya akan dilakukan penyesuaian dengan pos neraca tertentu dari ASA pada tanggal penyelesaian perjanjian.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Prediksi Kinerja Masih Menantang hingga Akhir 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News