Unitlink Dominasi Premi Prudential Indonesia, Kontribusinya Capai 74% per Semester I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia).

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menerangkan premi dari produk unitlink berkontribusi sebesar 74% terhadap total pendapatan premi perusahaan pada semester I-2026.

"Kontribusinya meningkat, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 72%," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).


Baca Juga: OJK Akan Atur Modal Minimum Memasarkan Unitlink di RPOJK PAYDI, Ini Kata Prudential

Adit menyampaikan total pendapatan premi Prudential Indonesia sebesar Rp 12,2 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 25%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Adit menerangkan masih mendominasinya produk unitlink tak terlepas dari sejumlah faktor. Dia bilang faktornya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan dan perencanaan keuangan jangka panjang, serta pemahaman yang makin baik terhadap karakteristik produk unitlink.

"Selain itu, unitlink masih relevan bagi nasabah yang membutuhkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan dalam satu produk yang terintegrasi," ucapnya.

Sebelumnya, Adit mengatakan kinerja unitlink secara umum dipengaruhi berbagai faktor, antara lain kondisi makro ekonomi, volatilitas pasar keuangan, dinamika geopolitik global, serta pergerakan instrumen investasi yang mendasarinya seperti saham dan obligasi. Dia juga bilang arah kebijakan suku bunga baik di tingkat global maupun domestik, merupakan faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan pasar dan kinerja investasi unitlink.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, Adit menerangkan Prudential Indonesia tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan unitlink, didukung diversifikasi portofolio, pengelolaan risiko yang disiplin, serta pemantauan kondisi pasar secara berkelanjutan. Dia percaya pendekatan yang dilakukan tersebut penting untuk menjaga ketahanan portofolio, sekaligus membantu nasabah mencapai tujuan keuangan jangka panjang mereka. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News